• Latest
  • Trending
Pemerintah Terus Dukung UMKM dan Ekonomi Kreatif Naik Kelas

Mendag Lutfi Klaim Ekonomi Indonesia Berpeluang Maju karena UKM Kuat

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Sita 5 Koper Uang Rp 5 Miliar dari Penggeledahan di Ciputat

Persib Tersungkur di ACL Two, Misi Berat di Bandung

Federico Barba Optimis Persib Bisa Berbalik Unggul di ACL 2

Strategi Bahlil Capai Swasembada Energi

Bahlil Wajibkan Kader Golkar yang Mau Kursi Menteri Ikut Nyaleg

Kejati Tetapkan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Disbud DKI

Eks Kapolres Bima Kota Resmi Jadi Tersangka Kasus Narkoba

Pandemi Tak Hilangkan Makna & Kesyahduan Ramadan

Ivan Tigana Dicopot, Pramono Audit Manajemen JakLingko

Jokowi Mau RAPBN 2025 Akomodasi Semua Program Prabowo

Prabowo Akui Praktik Korupsi Masih Jadi Masalah Serius di Indonesia

Danantara Nilai Reformasi OJK Kunci Kredibilitas Pasar Modal

Danantara Segera Umumkan Pemenang Lelang WTE Tahap Pertama

Kemenhan-TNI Siapkan Awak Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

Kemenhan-TNI Siapkan Awak Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

Danantara Siapkan Ekspansi Kampung Haji, Akuisisi Lahan 600 Meter dari Masjidil Haram

Danantara Siapkan Ekspansi Kampung Haji, Akuisisi Lahan 600 Meter dari Masjidil Haram

Prabowo-Bahlil Bahas Tambang Martabe hingga Hilirisasi

Bahlil: Nasib Tambang Emas Martabe Diumumkan Pekan Depan

Pekerja Berhak Tahu Kondisi Keuangan Perusahaan Terkait THR

Naik dari Tahun Lalu, Anggaran THR 2026 Tembus Rp55 Triliun

Teguran Keras Prabowo ke Direksi BUMN, Pintu Masuk Danantara untuk Bersih-bersih

Prabowo Sebut Laba BUMN Melejit, Naik 4 Kali Lipat dalam Setahun

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Sabtu, Februari 14, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Mendag Lutfi Klaim Ekonomi Indonesia Berpeluang Maju karena UKM Kuat

by Zamzami Ali
Maret 12, 2022
in EKONOMI, UMKM
Pemerintah Terus Dukung UMKM dan Ekonomi Kreatif Naik Kelas

Presiden Jokowi singgah di sebuah toko kerajinan, di Ubud, Gianyar, Bali, Selasa (16/03/2021) [Foto: BPMI Setpres]

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengungkapkan Indonesia berpeluang menjadi negara dengan ekonomi maju di dunia. Hal itu disebabkan Indonesia mempunyai pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang kuat.

“Indonesia adalah negara kuat dan pasti bisa maju karena memiliki UKM yang kuat, mempunyai kualitas manusia yang besar, bertanggung jawab, dan saling gotong royong. Indonesia akan menjadi salah satu negara paling maju di dunia,” kata Mendag Lutfi saat membuka acara Briefer’s Event Empowering SMEs To Recover Stronger secara virtual dari Jakarta Pusat, Jumat (11/03/2022).

Mendag menyatakan, UKM berkontribusi terhadap 61,97 terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia serta menyerap lebih dari 97 persen tenaga kerja pada 2021.

BacaJuga

Danantara Siapkan Ekspansi Kampung Haji, Akuisisi Lahan 600 Meter dari Masjidil Haram

Bahlil: Nasib Tambang Emas Martabe Diumumkan Pekan Depan

Naik dari Tahun Lalu, Anggaran THR 2026 Tembus Rp55 Triliun

Bahlil Bakal Tambah Proyek Hilirisasi Baru, Ini Bocoran dari Satgas

Bahlil Ultimatum 301 Wilayah Kerja Migas, Ini Penyebabnya

Fokus Ketahanan Pangan, GPIPS Jadi Jurus Baru Jaga Inflasi 2026

Advertisement. Scroll to continue reading.

Namun, dari sisi ekspor pada triwulan ketiga 2021, kontribusi UKM terhadap ekspor nonmigas Indonesia baru mencapai 15,65 persen.

Dari segi jumlah pelaku, hanya sekitar 16,96 persen eksportir yang berasal dari UKM. Adapun produk UKM yang diekspor di antaranya produk mesin sederhana, aksesoris kendaraan, peralatan rumah tangga, produk kayu, tekstil, dan hasil laut.

“Untuk itu, kita perlu melihat tantangan ke depan untuk memajukan usaha sebagai pilar utama memajukan Indonesia,” tandas Mendag Lutfi.

Mendag mengungkapkan, pada 2045 PDB Indonesia diprediksi menempati urutan keempat berdasar nilai tukar pasar dengan per kapita sebesar USD 28,934 di bawah Tiongkok, Amerika Serikat, dan India. Indonesia juga diprediksi akan keluar dari jebakan kelas menengah pada 2034.

Untuk mencapai hal tersebut, investasi harus tumbuh7,3 persen dengan kontribusi PDB sebesar 39 persen, manufaktur tumbuh 7,8 persen dengan kontribusi terhadap PDB 32 persen, ekspor tumbuh 7,9 persen dengan kontribusi 54 persen. Sementara untuk keluar dari jebakan kelas menengah, Indonesia harus melakukan investasi pada infrastruktur dan transfer teknologi.

“Saat ini infrastruktur sedang digenjotagar biaya logistik menjadi lebih murahdan transfer teknologi sedang dikerjakan. Agar berhasil melakukan transfer teknologi, Indonesiaharus memiliki pendidikan yang berkualitas agar sumber daya manusiadi masa mendatang menjadi kelas prima,” jelas Mendag Lutfi.

Mendag menjelaskan, terdapat beberapa tren yang harus diantisipasi masa yang akan datang, yaitumegatrendunia pada 2045, evolusi ekspor Indonesia ke produk industri dan industriberteknologi tinggi, serta ekonomi digital.

Mendag Lutfi menyebut, pada 2045 penduduk dunia akan tumbuh menjadi 9,45 miliar orang. Pada masa ini, demografi penduduk dunia didominasi oleh oranglanjut usia. Pada periode ini, 66 persen penduduk tinggal di perkotaan dan 95 persen dari urbanisasi tersebut terjadi dinegaraemerging market seperti Indonesia.

Pada periode ini,keuangan internasional juga menjadi jauh lebih transparan dan tertelusur (tracebility) yang menyebabkan mata uang regional menjadi lebih banyak dan tidak dikuasai oleh mata uang tertentu seperti hari ini.

Selain itu, lanjutnya, 8,1 miliar atau 84 persen dari penduduk dunia termasuk dalam kelas menengah. Jumlah tersebut merupakan suatu tren yang bagus untuk konsumsi dan baik untuk pertumbuhan UKM. Pertumbuhan konsumsi juga bagus untuk pertumbuhan negara karena konsumsi turut membantu pertumbuhan ekonomi sebesar 54 persen.

“Di masa depan, kompetisi penguasaan sumber daya alam akan semakin meningkat dengan benua Asia dan Afrika menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu, kita harus menjaga cadangan sumber daya alam untuk memastikan yang terbaik untuk kepentingan Indonesia,” terang Mendag Lutfi.

Mendag Lutfi menambahkan, pada masa ini terjadiperubahan iklim. Suhu muka bumi akan naik antara 3—3,5 persen sehingga memberikan efek pada negara kepulauan,seperti Indonesia. Di masa mendatang yang harus diantisipasi juga adalah penguasaan teknologi seperti kecerdasan buatan, bioteknologi, dan ekonomi sirkular.

“Di masa depan, 71 persen peranan ekonomi akan berada di negara emerging market dan 54 persen berada di Asia. Jadi, kita akan memastikan peperangan melawan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi harus dapat dicapai sebelum batas waktu tahun 2038,” imbuh Mendag Lutfi.

Mendag Lutfi juga menjelaskan peran ekonomi digital terhadap ekonomi nasional. Pada 2020, total PDB Indonesia tercatat sebesar Rp15.400 triliun. Dari jumlah tersebut, ekonomi digital berkontribusi sebesar 4 persen atau sebesar Rp632 triliun.

“Pada 2030, PDB Indonesia akan tumbuh menjadi Rp24.000 triliun. Pada periode ini,ekonomi digital tumbuh empat kali lipat menjadi Rp4.531 triliun atau berkontribusi sebesar 18 persen dari total PDB. Hal penting lainnya yang perlu diperhatikanyaitusektor pendidikan dan kesehatan yang mempunyai peran untuk menyelamatkan generasi emas Indonesia,” tandasnya.

Komentar
Share21Tweet13SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

UMKM Terdampak Bencana Sumatera Bakal Dapat Lapak di Marketplace

UMKM Terdampak Bencana Sumatera Bakal Dapat Lapak di Marketplace

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman akan memanggil perusahaan penyelenggara marketplace untuk menyiapkan tempat khusus untuk menampilkan...

Modifikasi Cuaca di IKN Kurangi Hujan 97%

IKN & PSN Jadi Katalis Ekonomi Kaltim 2024 Tumbuh 6,3%

Kaltim -  Perekonomian Kalimantan Timur (Kaltim) diperkirakan akan tumbuh hingga 6,30% (yoy) pada akhir tahun 2024.  Kepala Kantor Perwakilan Bank...

Usai Dilantik, Mendag  Cek Harga ke Pasar

RI Deflasi 3 Bulan Beruntun, Bisa Resesi

Jakarta -  Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat Indonesia mengalami deflasi 0,18 persen pada Juli 2024 secara bulanan. Plt Kepala...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dudy Rotasi Pejabat Eselon I Kemenhub, Arif Toha Ditunjuk Jadi Sekjen

Dudy Rotasi Pejabat Eselon I Kemenhub, Arif Toha Ditunjuk Jadi Sekjen

Sentul City Kembali Normal Usai Banjir Bandang, Akses Jalan Sudah Bisa Dilalui

Sentul City Kembali Normal Usai Banjir Bandang, Akses Jalan Sudah Bisa Dilalui

Rombak Direksi, PT Timah Kini Punya Wadirut

Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Sita 5 Koper Uang Rp 5 Miliar dari Penggeledahan di Ciputat

Persib Tersungkur di ACL Two, Misi Berat di Bandung

Federico Barba Optimis Persib Bisa Berbalik Unggul di ACL 2

Strategi Bahlil Capai Swasembada Energi

Bahlil Wajibkan Kader Golkar yang Mau Kursi Menteri Ikut Nyaleg

Kejati Tetapkan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Disbud DKI

Eks Kapolres Bima Kota Resmi Jadi Tersangka Kasus Narkoba

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In