Mengapa jalan tol dirancang berkelok-kelok? Padahal bisa saja jalan tol dirancang lurus saja. Jalan tol berkelok-kelok untuk kenyamanan mengemudi, dengan perhitungan khusus untuk mengurangi kecelakaan yang terjadi karena kondisi lingkungan maupun kesalahan manusia.
Luca Guala, Ph.D dari Transportation Engineering & Transportation Economics, University of Cagliari menjelaskan alasan di balik jalan tol dibuat berkelok.
Pada jalan yang berkelok, kurva menghadirkan lebih banyak kontrol kepada pengemudi. Ketika Anda hanya fokus melihat ke depan di sepanjang jalan lurus, Anda akan merasa terlena dan tidak menyadari kecepatan berkendara, apalagi ketika tanpa melihat lanskap di sekitar atau melihat speedometer dan mendengar putaran mesin. Jalan tol dibuat berkelok untuk menghadirkan banyak kontrol bagi pengemudi
Di jalan lurus, terutama ketika sedikit lalu lintas dan lanskap lebar, pengemudi terpacu menambah kecepatan. Sedikit kesalahan menyebabkan kecelakaan besar; lubang besar atau benjolan di jalan menyebabkan kehilangan kendali atas kendaraan.
Pada jalanan berliku, gaya sentrifugal yang pernah kita pelajari dalam pelajaran Fisika memberitahu seberapa cepat kita melaju. Gaya ini meningkat dengan kecepatan yang besar. Sehingga ketika meningkatkan kecepatan sebesar 40%, maka gaya tarik ke samping akan berlipat ganda.
Karena alasan ini, insinyur merancang jalan, terlebih dengan pemandangan luas, menempatkan sudut-sudut yang tidak perlu. Bukan dengan alasan jalan lurus lebih murah dan menghemat waktu tempuh, tapi karena jalan lurus sering membuat pengemudi terlena hingga bisa mengakibatkan kecelakaan.
Rancangan tikungan yang dibuat bukan tingkungan tajam yang berliku-liku, tapi desain jalan yang lembut meliuk-liuk melintasi lanskap. Jika ada jalan dengan tikungan tajam, bisa dipastikan jika rute tersebut akibat dari kontur lingkungan serta kondisi tanah di daerah tersebut.
Di Indonesia, salah satu jalan tol paling lurus dan panjang adalah tol Cipali. Membentang sepanjang 116 kilometer, tidak ada satu pun belokan maupun tikungan. Baru 1 bulan diresmikan, kecelakaan di tol Cipali mencapai 56 kasus dengan korban meninggal 12 orang. Hampir dua kecelakaan dalam satu hari!
Berdasarkan investigasi di lapangan, seluruh kecelakaan disebabkan oleh human error, seperti kurang konsentrasi dan mengantuk. Kondisi jalan yang lurus tanpa tikungan membuat pengemudi lebih mudah kehilangan fokus dan mengantuk ketika mengemudi.
Intinya, jalan tol dibuat berkelok untuk mengantisipasi pengemudi yang kelelahan setelah mengemudi selama beberapa jam. Kelelahan saat mengendarai jalan yang lurus akan mempermudah Anda kehilangan fokus dan mengantuk.






















