ASPEK.ID, JAKARTA – Kasak kusuk mengenai nama-nama menteri yang akan membantu kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin untuk periode 2019-2023 masih menjadi topik yang paling santer dibahas akhir-akhir ini.
Terlebih, Jokowi juga telah menggelar rapat kabinet paripurna terakhir di Istana Negara, Jakarta, Kamis (3/10/2019). Di sela-sela rapat, Jokowi berpamitan dan mengucapkan terima kasih kepada para menteri Kabinet Kerja yang selama ini sudah membantu pemerintahannya bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Artinya, hal itu tentu menjadi sinyal bahwa jajaran yang selama ini ‘dipakai’ Jokowi akan digantikan oleh nama-nama baru. Sebelumnya, Jokowi juga telah mengumumkan formasi kabinet kerja jilid II akan diisi oleh kalangan profesional sebanyak 55 % dan 45% diisi oleh kalangan dari partai politik.
Jokowi juga menyampaikan, akan ada perombakan nomenklatur Kementerian. Meski demikian kursi kabinet diperkirakan tetap sama seperti saat ini, yakni 34 kementerian. Salah satu perubahan adalah Jokowi akan membentuk kementerian yang fokus menangani investasi.
Baca Juga: Mengenal 4 Sosok Calon Menteri BUMN
Susul Menko Luhut, Menteri Susi Ikut Beri Sinyal Pamit
Daftar Menteri Jokowi yang Lolos dan Gagal ke Senayan
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin ikut angkat bicara mengenai hal ini. Ia menyebut, setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden yang dijadwalkan digelar pada 20 Oktober mendatang, nama-nama menteri bisa saja langsung diumumkan.
“Siapa tahu seperti yang lalu-lalu, setelah pelantikan siang, sore sudah bisa diumumkan. Siapa tahu,” kata Ngabalin dilansir laman Detik di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Jum’at (4/10/2019).
“Seperti yang kemarin, pernah kan Bapak Presiden menyampaikan ada beberapa badan kementerian yang baru. Kita tunggu, mudah-mudahan lebih cepat,” tambahnya.
Disebutkan, pekan depan rencananya Presiden Jokowi juga akan meluruskan mengenai kabar-kabar nomenklatur baru lainnya yang beredar. Salah satunya seperti Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang akan menggaet Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Ditjen Daglu). Sebelumnya Ditjen Daglu termasuk dalam nomenklatur Kementerian Perdagangan.
“Selasa atau Rabu mungkin Bapak Presiden akan menjelaskan mengenai hal ini,” pungkasnya.


















