• Latest
  • Trending

Miris, Siswa di Sukabumi Bertaruh Nyawa Lewati Jembatan Putus Demi ke Sekolah

Hari Damai Aceh ke-21 Berakhir Ricuh

Polisi Pastikan Aceh Tetap Kondusif Usai Kericuhan Hari Damai

Peringatan 21 Tahun Damai Aceh Berakhir Ricuh, Kendaraan Dirusak

Forkompimda Aceh Bahas Akar Kerusuhan pada Hari Damai Aceh

Lomba Panjat Pinang Dilarang di Aceh Barat

Lomba Panjat Pinang Dilarang di Aceh Barat

9 Kampus Terbaik di Indonesia Versi The Times Higher Education

Presiden Minta Kampus Terlibat Bangun Giant Sea Wall

NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 14 Hari

NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 14 Hari

Dua Pos Polisi di Surabaya Dilempar Benda Diduga Molotov oleh OTK

Dua Pos Polisi di Surabaya Dilempar Benda Diduga Molotov oleh OTK

Update Gempa NTT: 25 Orang Meninggal di Manggarai dan Manggarai Timur

Korban Meningal Gempa NTT Bertambah Jadi 51 Orang

Kamis Pagi, Kualitas udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia

3 Minggu Jakarta Tidak Hujan Sulit Modifikasi Cuaca

Gempa M7,7 Guncang NTT, Dua Warg Meninggal Dunia di Sikka

Cegah Disinformasi, BNPB Buka Media Center Gempa NTT

Menkeu Purbaya Siapkan Bersih-Bersih Bea Cukai, Pejabat Pelabuhan Diganti Total

Purbaya Pastikan Defisit APBN 2027 di Bawah 3 Persen

11 Kebiasaan Orang Ber-IQ Tinggi

11 Kebiasaan Orang Ber-IQ Tinggi

Jelang RUPS, Ini Rumor Nama-nama Petinggi PLN

PLN Siapkan 5 Lapis Pengamanan Listrik di Istana Negara

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Miris, Siswa di Sukabumi Bertaruh Nyawa Lewati Jembatan Putus Demi ke Sekolah

by Muhammad Fadhil
Januari 14, 2026
in BERITA TERBARU, NEWS

Semangat menuntut ilmu para siswa di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, harus dipertaruhkan dengan risiko nyawa. Jembatan gantung yang menjadi akses utama mereka menuju sekolah putus total akibat terjangan longsor setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras, Selasa (13/1) dini hari.

​Pemandangan memprihatinkan terlihat saat anak-anak usia SD dan SMP dengan sangat hati-hati merayap di sisa-sisa jembatan sepanjang 25 meter tersebut.

Sambil berpegangan kuat pada kawat seling demi menjaga keseimbangan, mereka terpaksa melintasi area yang rusak demi bisa sampai ke ruang kelas.

BacaJuga

Polisi Pastikan Aceh Tetap Kondusif Usai Kericuhan Hari Damai

Forkompimda Aceh Bahas Akar Kerusuhan pada Hari Damai Aceh

Lomba Panjat Pinang Dilarang di Aceh Barat

Presiden Minta Kampus Terlibat Bangun Giant Sea Wall

NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 14 Hari

Dua Pos Polisi di Surabaya Dilempar Benda Diduga Molotov oleh OTK

​Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cisolok, Andri Firmansyah menjelaskan, jembatan yang menghubungkan Desa Cikelat dan Desa Karangpapak tersebut adalah jalur utama bagi warga dan pelajar.

​”Jembatan ini merupakan akses utama penghubung antar desa dan sangat vital. Jembatan ini dipakai oleh anak-anak sekolah, baik tingkat SD maupun SMP,” ungkap Andri, dilansir dari Liputan6.com, Rabu (14/1).

​Putusnya jembatan selebar 1,5 meter ini tidak hanya menghambat pendidikan, tetapi juga mengancam keselamatan siswa setiap harinya.

Jalan Lain Lebih Jauh dan Berisiko
Andri mengatakan, tanpa jembatan ini, para pelajar tidak memiliki pilihan selain menempuh jalur lain yang sangat memberatkan.

​”Putusnya jembatan ini membuat anak-anak sekolah kesulitan beraktivitas dan warga harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko,” tambahnya.

​Kondisi ini berdampak langsung pada sedikitnya 40 kepala keluarga di Kampung Sukabakti yang juga menggunakan jembatan tersebut untuk akses ke lahan pertanian.

Ia menekankan bahwa bencana ini murni akibat faktor cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi selama beberapa hari terakhir.

​Melihat bahaya yang mengintai para siswa, Andri mengeluarkan himbauan kepada para orang tua agar tidak membiarkan anak-anak mereka melintasi reruntuhan jembatan.

​”Kami mengimbau warga untuk tidak melintas di area jembatan yang rusak karena sangat berbahaya. Orang tua diminta mengawasi anak-anaknya dan menggunakan jalur alternatif sampai ada penanganan lebih lanjut,” tambahnya.

Komentar
Share19Tweet12SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Api Hanguskan 70 Rumah di Kampung Adat Sukabumi

Api Hanguskan 70 Rumah di Kampung Adat Sukabumi

ASPEK.ID, SUKABUMI - Kebakaran hebat melanda permukiman Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/2026) siang. Sedikitnya 70...

KEK Sukabumi Bangun Bukit Algoritma Seperti ‘Silicon Valley’

Bukit Algoritma Sukabumi Groundbreaking 9 Juni

ASPEK.ID, JAKARTA - Proyek Bukit Algoritma di Cikidang, Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang bakal jadi Silicon Valey Indonesia akan groundbreaking...

Genjot Industri Manufaktur RI, Amarta Karya Gandeng CCCI

Amarta Karya Bangun ‘Silicon Valley’ Bukit Algoritma di Sukabumi

ASPEK.ID, JAKARTA - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konsttruksi, PT Amarta Karya atau AMKA (Persero), menandatangani kontrak Pekerjaan Pengembangan Rencana...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In