Semangat menuntut ilmu para siswa di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, harus dipertaruhkan dengan risiko nyawa. Jembatan gantung yang menjadi akses utama mereka menuju sekolah putus total akibat terjangan longsor setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras, Selasa (13/1) dini hari.
Pemandangan memprihatinkan terlihat saat anak-anak usia SD dan SMP dengan sangat hati-hati merayap di sisa-sisa jembatan sepanjang 25 meter tersebut.
Sambil berpegangan kuat pada kawat seling demi menjaga keseimbangan, mereka terpaksa melintasi area yang rusak demi bisa sampai ke ruang kelas.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cisolok, Andri Firmansyah menjelaskan, jembatan yang menghubungkan Desa Cikelat dan Desa Karangpapak tersebut adalah jalur utama bagi warga dan pelajar.
”Jembatan ini merupakan akses utama penghubung antar desa dan sangat vital. Jembatan ini dipakai oleh anak-anak sekolah, baik tingkat SD maupun SMP,” ungkap Andri, dilansir dari Liputan6.com, Rabu (14/1).
Putusnya jembatan selebar 1,5 meter ini tidak hanya menghambat pendidikan, tetapi juga mengancam keselamatan siswa setiap harinya.
Jalan Lain Lebih Jauh dan Berisiko
Andri mengatakan, tanpa jembatan ini, para pelajar tidak memiliki pilihan selain menempuh jalur lain yang sangat memberatkan.
”Putusnya jembatan ini membuat anak-anak sekolah kesulitan beraktivitas dan warga harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko,” tambahnya.
Kondisi ini berdampak langsung pada sedikitnya 40 kepala keluarga di Kampung Sukabakti yang juga menggunakan jembatan tersebut untuk akses ke lahan pertanian.
Ia menekankan bahwa bencana ini murni akibat faktor cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi selama beberapa hari terakhir.
Melihat bahaya yang mengintai para siswa, Andri mengeluarkan himbauan kepada para orang tua agar tidak membiarkan anak-anak mereka melintasi reruntuhan jembatan.
”Kami mengimbau warga untuk tidak melintas di area jembatan yang rusak karena sangat berbahaya. Orang tua diminta mengawasi anak-anaknya dan menggunakan jalur alternatif sampai ada penanganan lebih lanjut,” tambahnya.





















