• Latest
  • Trending
9 Perusahaan Indonesia yang Masuk Daftar Forbes Global 2000 tahun 2024

Nafsu Menabung Tinggi, tetapi Kemampuan loyo

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

BEI Terapkan Notasi Khusus Kode Saham Mulai 3 Agustus

Pertamina EP Latih Generasi Muda Jadi Penolong Pertama

Pertamina EP Latih Generasi Muda Jadi Penolong Pertama

PLTS Likupang, Panel Surya Terbesar di Indonesia Salurkan Listrik 15 MW/Hari

Utusan China Apresiasi Program Prabowo 100 GW Tenaga Surya

Juli 2023 Kereta Cepat Jakarta Bandung Beroperasi

COO Danantara Bocorkan Jurus Bayar Utang Kereta Cepat Whoosh

Alasan Investor Global Lirik RI

Alasan Investor Global Lirik RI

Kenapa Rakyat Maroko Kabur ke Spanyol?

Kenapa Rakyat Maroko Kabur ke Spanyol?

5 Orang Terkaya Pemilik Air Kemasan

Retno Marsudi Perkembangan AI Picu 2 Kali Kebutuhan Air

Jokowi Dinobatkan Sebagai Sesepuh Raja Timor NTT

Jokowi Dinobatkan Sebagai Sesepuh Raja Timor NTT

Jokowi Mulai Safari Politik ke Lampung, Kenakan Kemeja dan Topi Berlogo PSI

Jokowi: Selesaikan Masalah PSI di Tingkat Pengurus, Jangan Dikit-dikit ke Solo

Menteri Agama Usul Biaya Perjalanan Haji Rp 65 Juta Tahun 2025

Menag: Indeks Kerukunan Umat Beragama di Era Prabowo Tertinggi Sejak Indonesia Merdeka

KAI Rugi Rp 3,5 Miliar Gara-gara Refund Tiket Akibat Banjir

Ada Zikir di Monas, Penumpang Bisa Naik KA di Jatinegara

Sudaryono Ancam Pecat Kepala SPPG yang Minta Fee ke Mitra MBG

Bos BGN Ancam Copot Pegawai yang Kerja Setengah Hati di Program MBG

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Agustus 2, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Nafsu Menabung Tinggi, tetapi Kemampuan loyo

by Aspek
Agustus 2, 2026
in BERITA TERBARU, EKONOMI
9 Perusahaan Indonesia yang Masuk Daftar Forbes Global 2000 tahun 2024

Empat perusahaan BUMN tembus Forbes Global 2000 tahun 2024 (Dok. BRI)

Jakarta – Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) atau simpanan masyarakat di perbankan nasional diperkirakan melambat pada 2026. Pada saat yang sama, kemampuan masyarakat untuk menabung dinilai terus menurun, meski keinginan menyisihkan pendapatan masih tetap tinggi.

Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan DPK pada 2026 hanya sebesar 6,18% secara tahunan (year on year/yoy), turun tajam dibandingkan realisasi pertumbuhan 13,83% pada 2025.

BacaJuga

BEI Terapkan Notasi Khusus Kode Saham Mulai 3 Agustus

Pertamina EP Latih Generasi Muda Jadi Penolong Pertama

Utusan China Apresiasi Program Prabowo 100 GW Tenaga Surya

COO Danantara Bocorkan Jurus Bayar Utang Kereta Cepat Whoosh

Alasan Investor Global Lirik RI

Kenapa Rakyat Maroko Kabur ke Spanyol?

Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center, Christiantoko, mengatakan perlambatan tersebut terjadi di tengah semakin melebarnya ketimpangan simpanan masyarakat. Meski total simpanan perbankan hingga Mei 2026 mencapai Rp 10.330 triliun atau tumbuh 13,40% secara tahunan, kenaikan tersebut sebagian besar ditopang oleh rekening dengan saldo di atas Rp 1 miliar.

Menurut Christiantoko, kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara keinginan masyarakat untuk menabung dengan kemampuan finansial mereka yang semakin tertekan.

Berdasarkan survei konsumen dan perekonomian Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), indeks kemauan menabung pada Juni 2026 meningkat menjadi 90,2. Sebaliknya, indeks kemampuan menabung justru turun menjadi 73,2.

“Data tersebut memperlihatkan bahwa masyarakat kita sebenarnya masih memiliki kesadaran dan kemauan yang tinggi untuk menabung. Namun, tekanan pengeluaran rumah tangga serta belum pulihnya daya beli membuat kemampuan mereka untuk menyisihkan pendapatan semakin terbatas,” ujar Christiantoko dalam keterangan resminya, Minggu (2/8/2026).

Ia menjelaskan, ketimpangan juga tercermin dari komposisi simpanan masyarakat. Berdasarkan data LPS, rekening dengan saldo di bawah Rp 100 juta mencapai 98,90% dari total 682,1 juta rekening di Indonesia. Namun, kelompok ini hanya menguasai 11,06% dari total simpanan perbankan.

Sebaliknya, rekening dengan saldo di atas Rp 1 miliar hanya berjumlah 0,12% dari seluruh rekening, tetapi menguasai 70,85% dari total dana simpanan di perbankan.

“Bahkan pertumbuhan simpanan per Mei 2026, dana pada kelompok rekening di atas Rp 1 miliar bertambah Rp 236 triliun secara bulanan. Sementara simpanan di bawah Rp 100 juta justru berkurang sekitar Rp 15 triliun,” ujarnya.

Christiantoko menilai bertambahnya jumlah rekening tidak otomatis mencerminkan meningkatnya kemampuan masyarakat untuk menabung. Sebagian besar rekening baru masih memiliki saldo yang relatif kecil.

Karena itu, ia menegaskan pertumbuhan DPK saat ini belum dapat dijadikan indikator bahwa kondisi keuangan masyarakat telah membaik secara merata. Menurutnya, perbankan perlu memperluas basis simpanan ritel dan tidak hanya bergantung pada nasabah dengan dana besar.

Selain itu, peningkatan kemampuan menabung masyarakat juga membutuhkan dukungan berupa kenaikan pendapatan, penciptaan lapangan kerja, serta terjaganya daya beli rumah tangga.

“Oleh karena itu, tantangan penghimpunan DPK bukan sekadar menambah jumlah rekening atau mengejar pertumbuhan nominal simpanan. Tantangan yang lebih mendasar adalah membuat lebih banyak masyarakat benar-benar memiliki uang yang dapat disisihkan dan ditabungkan. Sebab, selama pertumbuhan simpanan masih bertumpu pada kelompok atas, maka kenaikan DPK belum dapat dibaca sebagai tanda bahwa kondisi keuangan masyarakat telah membaik,” tutup Christiantoko.

Komentar
Share10Tweet6SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Sesuaikan Operasional

OJK Tutup 10 Bank, Uang Nasabah Dikembalikan

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menutup 10 bank perekonomian rakyat (BPR) hingga akhir Juli 2026. Teranyar, OJK mencabut...

Wika Gedung Bidik Kontrak Rp15 Triliun

Daftar Bank yang Selamatkan WIKA

Sejumlah 11 perbankan, 6 di antaranya Grup BUMN-BUMD, menyepakati Master Restructuring Agreement (MRA) PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) dengan...

Mayoritas Isi Rekening Warga di Bawah Rp100 Juta

Mayoritas rekening simpanan masyarakat yang disimpan di perbankan berisi saldo di bawah Rp100 juta. Hal ini terlihat dari Distribusi Rekening...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In