• Latest
  • Trending
9 Perusahaan Indonesia yang Masuk Daftar Forbes Global 2000 tahun 2024

Nafsu Menabung Tinggi, tetapi Kemampuan loyo

Trump Sebut Kesepakatan AS-Iran Segera Rampung, Selat Hormuz Bakal Dibuka Lagi

Media Ogah Liputan, Gedung Putih Hadirkan Trump TV 24 Jam

Kemendes Siapkan 1,8 Juta Ha Lahan untuk Ketahanan Pangan

Amran: Impor Pangan Ilegal Rugikan 115 Juta Petani

Bangunan Tahan Gempa Wajib Diberlakukan

Prof Dwikorita: Ada Potensi Besar Megathrust di Selat Sunda dan Mentawai-Siberut

Dirjen Bea Cukai Buka-bukaan Usai Dipanggil Prabowo

Dirjen Bea Cukai Buka-bukaan Usai Dipanggil Prabowo

Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

13 Orang yang Kena OTT KPK Bareng Bupati Boltara Tak Jadi Tersangka

Tol Japek II Selatan Makin Dekat Beroperasi, Jakarta-Bandung Diproyeksikan 45 Menit

Pemerintah Siapkan Rp 3,29 Triliun untuk Tuntaskan 3 Jalan Tol pada 2027

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

IHSG Ditutup Merosot 107 Poin, 533 Saham Berakhir di Zona Merah

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

Terjaring OTT, Bupati Bolmut Minta Maaf ke Warga Sebelum Ditahan KPK

Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp14.025

BI: Uang Kertas Tetap Sah Meski Menkeu-Gubernur Berganti

Cegah QRIS Palsu di Masjid, Ini Saran untuk Jamaah

QRIS Antarnegara Bisa  Dipakai di 6 Negara, Transaksi di Indonesia Rp5,9 Triliun

Prabowo Usul Bentuk Pengadilan Ad Hoc Usut BUMN Bermasalah di Masa Lalu

Prabowo Kumpulkan Petinggi Danantara, Menko hingga BRIN ke Istana

FOTO: Apel Korps Prajurit Wanita TNI Hari Kartini 2021

HUT TNI Batal Digelar di Monas

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, September 23, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Nafsu Menabung Tinggi, tetapi Kemampuan loyo

by Aspek
Agustus 2, 2026
in BERITA TERBARU, EKONOMI
9 Perusahaan Indonesia yang Masuk Daftar Forbes Global 2000 tahun 2024

Empat perusahaan BUMN tembus Forbes Global 2000 tahun 2024 (Dok. BRI)

Jakarta – Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) atau simpanan masyarakat di perbankan nasional diperkirakan melambat pada 2026. Pada saat yang sama, kemampuan masyarakat untuk menabung dinilai terus menurun, meski keinginan menyisihkan pendapatan masih tetap tinggi.

Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan DPK pada 2026 hanya sebesar 6,18% secara tahunan (year on year/yoy), turun tajam dibandingkan realisasi pertumbuhan 13,83% pada 2025.

BacaJuga

Media Ogah Liputan, Gedung Putih Hadirkan Trump TV 24 Jam

Amran: Impor Pangan Ilegal Rugikan 115 Juta Petani

Prof Dwikorita: Ada Potensi Besar Megathrust di Selat Sunda dan Mentawai-Siberut

Dirjen Bea Cukai Buka-bukaan Usai Dipanggil Prabowo

13 Orang yang Kena OTT KPK Bareng Bupati Boltara Tak Jadi Tersangka

Pemerintah Siapkan Rp 3,29 Triliun untuk Tuntaskan 3 Jalan Tol pada 2027

Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center, Christiantoko, mengatakan perlambatan tersebut terjadi di tengah semakin melebarnya ketimpangan simpanan masyarakat. Meski total simpanan perbankan hingga Mei 2026 mencapai Rp 10.330 triliun atau tumbuh 13,40% secara tahunan, kenaikan tersebut sebagian besar ditopang oleh rekening dengan saldo di atas Rp 1 miliar.

Menurut Christiantoko, kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara keinginan masyarakat untuk menabung dengan kemampuan finansial mereka yang semakin tertekan.

Berdasarkan survei konsumen dan perekonomian Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), indeks kemauan menabung pada Juni 2026 meningkat menjadi 90,2. Sebaliknya, indeks kemampuan menabung justru turun menjadi 73,2.

“Data tersebut memperlihatkan bahwa masyarakat kita sebenarnya masih memiliki kesadaran dan kemauan yang tinggi untuk menabung. Namun, tekanan pengeluaran rumah tangga serta belum pulihnya daya beli membuat kemampuan mereka untuk menyisihkan pendapatan semakin terbatas,” ujar Christiantoko dalam keterangan resminya, Minggu (2/8/2026).

Ia menjelaskan, ketimpangan juga tercermin dari komposisi simpanan masyarakat. Berdasarkan data LPS, rekening dengan saldo di bawah Rp 100 juta mencapai 98,90% dari total 682,1 juta rekening di Indonesia. Namun, kelompok ini hanya menguasai 11,06% dari total simpanan perbankan.

Sebaliknya, rekening dengan saldo di atas Rp 1 miliar hanya berjumlah 0,12% dari seluruh rekening, tetapi menguasai 70,85% dari total dana simpanan di perbankan.

“Bahkan pertumbuhan simpanan per Mei 2026, dana pada kelompok rekening di atas Rp 1 miliar bertambah Rp 236 triliun secara bulanan. Sementara simpanan di bawah Rp 100 juta justru berkurang sekitar Rp 15 triliun,” ujarnya.

Christiantoko menilai bertambahnya jumlah rekening tidak otomatis mencerminkan meningkatnya kemampuan masyarakat untuk menabung. Sebagian besar rekening baru masih memiliki saldo yang relatif kecil.

Karena itu, ia menegaskan pertumbuhan DPK saat ini belum dapat dijadikan indikator bahwa kondisi keuangan masyarakat telah membaik secara merata. Menurutnya, perbankan perlu memperluas basis simpanan ritel dan tidak hanya bergantung pada nasabah dengan dana besar.

Selain itu, peningkatan kemampuan menabung masyarakat juga membutuhkan dukungan berupa kenaikan pendapatan, penciptaan lapangan kerja, serta terjaganya daya beli rumah tangga.

“Oleh karena itu, tantangan penghimpunan DPK bukan sekadar menambah jumlah rekening atau mengejar pertumbuhan nominal simpanan. Tantangan yang lebih mendasar adalah membuat lebih banyak masyarakat benar-benar memiliki uang yang dapat disisihkan dan ditabungkan. Sebab, selama pertumbuhan simpanan masih bertumpu pada kelompok atas, maka kenaikan DPK belum dapat dibaca sebagai tanda bahwa kondisi keuangan masyarakat telah membaik,” tutup Christiantoko.

Komentar
Share14Tweet9SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp14.025

Purbaya Minta Pemda Tak Simpan Uang di Bank

Purbaya Minta Pemda Tak Simpan Uang di BankASPEK.ID, JAKARTA-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta pemerintah daerah mengoptimalkan dana yang tersedia...

Danantara Dipacu Jadi Penggerak Utama Ekonomi Nasional Era Prabowo

Danantara Matangkan Uji Coba SPP-TDLN Bersama Bank

Jakarta — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mempersiapkan implementasi pemungutan PPN melalui sistem pemungutan pajak transaksi digital...

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Sesuaikan Operasional

OJK Tutup 10 Bank, Uang Nasabah Dikembalikan

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menutup 10 bank perekonomian rakyat (BPR) hingga akhir Juli 2026. Teranyar, OJK mencabut...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In