• Latest
  • Trending
Pemerintah Bidik Rp25 Triliun dari ORI029 untuk Topang APBN 2026

Pemerintah Bidik Rp25 Triliun dari ORI029 untuk Topang APBN 2026

Gencatan Senjata Diperpanjang, Trump Ingin Israel-Lebanon Bertemu di AS

Jenderal AS Dorong Trump Akhiri Perang dengan Iran

Wamen Stella: Lulusan Vokasi Lebih Cepat Dapat Kerja Daripada S1

Wamen Stella: Lulusan Vokasi Lebih Cepat Dapat Kerja Daripada S1

25,22 Juta Penduduk Indonesia Masih Miskin

BPS: Sensus Ekonomi 2026 Sudah 86 Persen

Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp14.025

OJK: Dana Asing Masuk ke Pinjol Rp 17 Triliun

Awasi Penerapan Digital ID, Nezar Patria: Lindungi Konsumen dan Pengguna Layanan

Nezar Patria: 3 Strategis Dosen Hadapi AI Generatif

Capital Inflow Indonesia Rp4,37 Triliun, Kepercayaan Global Meningkat

BI Ubah Uang Rusak jadi Medali

Telkom Bukukan Pendapatan Positif Rp75,3 Triliun di Paruh Pertama 2024

Telkom Pangkas 34 Entitas Usaha

Prabowo Targetkan BUMN Tinggal 350 Unit Akhir 2026

Prabowo Sebut Dua Mentornya dalam Menjalankan Pemerintahan

Hari Kucing Sedunia, Bahaya Obesitas pada Anabul

Hari Kucing Sedunia, Bahaya Obesitas pada Anabul

Danantara Dipacu Jadi Penggerak Utama Ekonomi Nasional Era Prabowo

Prabowo: Pendapatan Danantara Naik 400 Persen

Hashim Dorong FORMAS Awasi MBG di Seluruh Indonesia

Hashim Dorong FORMAS Awasi MBG di Seluruh Indonesia

Anak Usaha Waskita Karya Restrukturisasi Utang Rp4 Triliun

Pemerintah Dorong Waskita Karya Jadi Operator Tol

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Sabtu, Agustus 8, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Pemerintah Bidik Rp25 Triliun dari ORI029 untuk Topang APBN 2026

by Muhammad Fadhil
Januari 26, 2026
in BERITA TERBARU, EKONOMI, NEWS
Pemerintah Bidik Rp25 Triliun dari ORI029 untuk Topang APBN 2026

Penerbitan ORI029 oleh Kemenkeu. Foto: Addin Anugrah

ASPEK.ID, JAKARTA – Pemerintah kembali mengandalkan instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ritel untuk memperkuat pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu), pemerintah menargetkan perolehan dana hingga Rp25 triliun dari penerbitan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029.

“Dari penjualan ORI029 ini pemerintah incar Rp 25 triliun untuk APBN,” ujar Plt Direktur Surat Utang Negara (SUN) Kemenkeu, Novi Puspita Wardani, dalam media briefing di Jakarta, Senin (26/1).

ORI029 menjadi SBN ritel pertama yang diterbitkan pada 2026. Instrumen ini ditawarkan dalam dua pilihan tenor, yakni ORI029T3 dengan jangka waktu tiga tahun dan ORI029T6 dengan tenor enam tahun. Keduanya menggunakan skema kupon tetap (fixed rate) yang dibayarkan setiap bulan langsung ke rekening investor.

BacaJuga

Jenderal AS Dorong Trump Akhiri Perang dengan Iran

Wamen Stella: Lulusan Vokasi Lebih Cepat Dapat Kerja Daripada S1

BPS: Sensus Ekonomi 2026 Sudah 86 Persen

OJK: Dana Asing Masuk ke Pinjol Rp 17 Triliun

Nezar Patria: 3 Strategis Dosen Hadapi AI Generatif

BI Ubah Uang Rusak jadi Medali

“Kalau yang 6 tahun kuponnya 5,8% per tahun sampai dengan nanti 15 Februari 2032. Kalau yang 3 tahun, 5,45% sampai 15 Februari 2029,” jelas Novi.

Masa penawaran ORI029 dibuka mulai 26 Januari 2026 pukul 09.00 WIB hingga 19 Februari 2026 pukul 10.00 WIB. Untuk memperluas partisipasi masyarakat, pemerintah menetapkan nilai pemesanan minimum sebesar Rp1 juta.

“Minimalnya adalah Rp 1 juta rupiah. Ini saya rasa kalau untuk teman-teman yang generasi muda yang baru belajar investasi, it is affordable,” imbuhnya.

Selain menawarkan kupon tetap, ORI029 juga memiliki karakteristik tradable, sehingga dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah melewati masa holding period satu kali pembayaran kupon. Fitur ini membuka peluang capital gain bagi investor.

“ORI ini tradable. Jadi kalau holding period sudah selesai hanya satu kali kupon sudah bisa diperdagangkan. Ada potensi keuntungan juga kalau harga jualnya lebih tinggi,” kata Novi.

Untuk menjaga pemerataan kepemilikan, pemerintah membatasi pembelian maksimum. Investor ritel dapat membeli hingga Rp5 miliar untuk tenor tiga tahun dan Rp10 miliar untuk tenor enam tahun. Kebijakan ini bertujuan mencegah dominasi investor bermodal besar.

Dalam pemasaran ORI029, pemerintah menggandeng 28 mitra distribusi yang terdiri dari 18 bank umum, enam perusahaan efek, dan empat platform digital.

Daftar bank mitra meliputi BNI, BRI, Bank Mandiri, BTN, BCA, Bank Mega, Danamon, Permata Bank, HSBC, OCBC, CIMB Niaga, Panin Bank, SMBC, DBS, Bank Victoria, UOB, Standard Chartered, dan Maybank.

Sementara itu, perusahaan efek yang terlibat antara lain Mandiri Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, BNI Sekuritas, Trimegah Sekuritas, Panin Sekuritas, dan Phillip Sekuritas Indonesia. Adapun mitra digital mencakup Bibit, Bareksa, Tanamduit, dan FUNDtastic.

Novi menegaskan, investasi di ORI tidak hanya memberikan imbal hasil bagi investor, tetapi juga berkontribusi langsung pada pembiayaan pembangunan nasional.

“Investor bukan cuma untung secara pribadi, tetapi juga membantu APBN. Jadi keuntungan sosial juga bisa didapat,” tandasnya. []

Komentar
Share13Tweet8SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

MK: Larang MBG Gunakan Anggaran Pendidikan di APBN

Jakarta - MK memutuskan mengabulkan sebagian permohonan Yayasan Taman Belajar (TB) Nusantara terkait kebijakan penggunaan anggaran pendidikan dalam UU APBN...

Kata Purbaya Usai Thomas Djiwandono Terpilih Jadi Deputi BI

Harga Minyak 100 Dollar AS, Menkeu Batasi Dana Belanja Negara

Jakarta -  Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kenaikan harga minyak dunia hingga 100 dollar AS per barrel belum mengganggu...

Defisit APBN 2,92 Persen Jadi Strategi Balikkan Ekonomi

ASPEK.ID, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, pelebaran defisit fiskal hingga mendekati 3 persen atau tepatnya 2,92...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In