• Latest
  • Trending
Jadi Klaster Covid-19, 52 Kantor di Jakarta Ditutup

Pertumbuhan Ekonomi Kurang Baik, Pemerintah Diminta Siapkan Konsolidasi Fiskal

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Sita 5 Koper Uang Rp 5 Miliar dari Penggeledahan di Ciputat

Persib Tersungkur di ACL Two, Misi Berat di Bandung

Federico Barba Optimis Persib Bisa Berbalik Unggul di ACL 2

Strategi Bahlil Capai Swasembada Energi

Bahlil Wajibkan Kader Golkar yang Mau Kursi Menteri Ikut Nyaleg

Kejati Tetapkan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Disbud DKI

Eks Kapolres Bima Kota Resmi Jadi Tersangka Kasus Narkoba

Pandemi Tak Hilangkan Makna & Kesyahduan Ramadan

Ivan Tigana Dicopot, Pramono Audit Manajemen JakLingko

Jokowi Mau RAPBN 2025 Akomodasi Semua Program Prabowo

Prabowo Akui Praktik Korupsi Masih Jadi Masalah Serius di Indonesia

Danantara Nilai Reformasi OJK Kunci Kredibilitas Pasar Modal

Danantara Segera Umumkan Pemenang Lelang WTE Tahap Pertama

Kemenhan-TNI Siapkan Awak Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

Kemenhan-TNI Siapkan Awak Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

Danantara Siapkan Ekspansi Kampung Haji, Akuisisi Lahan 600 Meter dari Masjidil Haram

Danantara Siapkan Ekspansi Kampung Haji, Akuisisi Lahan 600 Meter dari Masjidil Haram

Prabowo-Bahlil Bahas Tambang Martabe hingga Hilirisasi

Bahlil: Nasib Tambang Emas Martabe Diumumkan Pekan Depan

Pekerja Berhak Tahu Kondisi Keuangan Perusahaan Terkait THR

Naik dari Tahun Lalu, Anggaran THR 2026 Tembus Rp55 Triliun

Teguran Keras Prabowo ke Direksi BUMN, Pintu Masuk Danantara untuk Bersih-bersih

Prabowo Sebut Laba BUMN Melejit, Naik 4 Kali Lipat dalam Setahun

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Sabtu, Februari 14, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Pertumbuhan Ekonomi Kurang Baik, Pemerintah Diminta Siapkan Konsolidasi Fiskal

by Zamzami Ali
Februari 12, 2022
in EKONOMI
Jadi Klaster Covid-19, 52 Kantor di Jakarta Ditutup

Pemandangan Kota Jakarta. [Foto: Azwar Ipank/Aspek.id]

Menanggapi laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS), Anggota Komisi XI Anis Byarwati menilai pertumbuhan ekonomi triwulan IV secara kumulatif tahun 2021 dianggap jauh dari kata ‘memuaskan’.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia seharusnya bisa mencapai angka 5 persen karena trend windfall lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya akibat adanya kontraksi.

“Perbandingan ekonomi Indonesia triwulan IV-2021 terhadap triwulan IV-2020 mengalami pertumbuhan sebesar 5,02 persen (year on year), sedangkan secara kumulatif perekonomian Indonesia tahun 2021 hanya tumbuh sebesar 3,69 persen,” tutur Anis dalam keterangan persnya, Sabtu (12/2/2022).

BacaJuga

Danantara Siapkan Ekspansi Kampung Haji, Akuisisi Lahan 600 Meter dari Masjidil Haram

Bahlil: Nasib Tambang Emas Martabe Diumumkan Pekan Depan

Naik dari Tahun Lalu, Anggaran THR 2026 Tembus Rp55 Triliun

Bahlil Bakal Tambah Proyek Hilirisasi Baru, Ini Bocoran dari Satgas

Bahlil Ultimatum 301 Wilayah Kerja Migas, Ini Penyebabnya

Fokus Ketahanan Pangan, GPIPS Jadi Jurus Baru Jaga Inflasi 2026

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ia menjelaskan, tren windfall merupakan pajak yang dipungut pemerintah terhadap industri tertentu ketika kondisi ekonomi memungkinkan industri tersebut mengalami keuntungan di atas rata-rata.

“Melihat tren windfall harga barang komoditas terutama CPO dan batu bara dan pertumbuhan ekonomi pada tahun sebelumnya yang low base masih terkontraksi sebesar 2,07 persen, seharusnya pertumbuhan ekonomi bisa mencapai angka 5 persen,” kata Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI itu.

Lebih rinci, Anis memaparkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 ditopang oleh belanja kesehatan untuk penanganan Covid-19 khususnya varian Delta pada pertengahan tahun.

Kemudian, sektor lapangan usaha mengalami pertumbuhan tertinggi, satu di antaranya adalah jasa kesehatan dan kegiatan sosial 10,46 persen. Namun, pada sektor manufaktur dan industri pengolahan belum tumbuh seperti yang diharapkan.

“Terhambatnya pertumbuhan ekonomi tahun 2021 tidak bisa dilepaskan dari lemahnya antisipasi Pemerintah dalam menghadapi varian Delta pada Triwulan III-2021,” ucap politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, pertumbuhan PDB menurut pengeluaran tertinggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa, khususnya barang-barang komoditas pertambangan dan perkebunan sebesar 24,04 persen, diikuti Komponen belanja Pemerintah sebesar 4,17 persen.

Sedangkan komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi sebesar 3,80 persen, lalu Konsumsi Rumah Tangga sebesar 2,02 persen.

“Rendahnya pertumbuhan belanja Pemerintah dan Konsumsi rumah tangga, menandakan bahwa akselerasi stimulus PEN tidak optimal, hal ini terlihat dari daya serap PEN sepanjang tahun 2021 hanya mencapai 88 persen, itupun ada indikasi mislokasi dana PEN digunakan untuk BUMN sebesar Rp33 triliun” tegas Anis.

Pada tahun 2022, jelas Anis, Indonesia menghadapi tantangan yang pelik. Ancaman inflasi mulai terasa, terutama dari kenaikan harga LPG Non-Subsidi, minyak goreng, serta bahan makanan.

“Inflasi diperkirakan akan menggerus daya beli masyarakat kelas bawah dan menengah. Pada saat yang sama pembukaan lapangan pekerjaan masih belum pulih seperti sebelum terjadinya Covid-19,” imbuh Anis.

Mengingat kondisi tahun 2022 yang akan semakin berat, ia menekankan pemerintah segera mempersiapkan konsolidasi fiskal untuk memasuki defisit anggaran kembali normal di bawah 3 persen dalam APBN 2023. Ruang fiskal yang dimiliki pemerintah akan semakin tertekan akibat dari beban bunga utang yang dikeluarkan semakin besar.

Tidak hanya itu, ia menyayangkan terjadinya kondisi ketidakpastian pandemi sekaligus tidak fokusnya pemerintah mengawal perekonomian nasional yang terlihat dari prioritas membangun Ibu Kota Negara (IKN).

“Beban bunga utang ini semakin makin besar. Praktis ruang fiskal yang dimiliki Pemerintah akan semakin mengecil. Sementara kondisi ketidakpastian global dan domestik akibat serangan Virus Covid-19 varian Omnicorn sedang beranjak naik menuju puncak. Tantangan 2022 jelas semakin berat, sudahlah, pemerintah fokus untuk mengawal perekonomian nasional, ketimbang membangun Ibu Kota Negara yang tidak medesak untuk saat ini,” tutup legislator dapil DKI Jakarta I tersebut. 

Komentar
Share28Tweet17SendShareShare5Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Modifikasi Cuaca di IKN Kurangi Hujan 97%

IKN & PSN Jadi Katalis Ekonomi Kaltim 2024 Tumbuh 6,3%

Kaltim -  Perekonomian Kalimantan Timur (Kaltim) diperkirakan akan tumbuh hingga 6,30% (yoy) pada akhir tahun 2024.  Kepala Kantor Perwakilan Bank...

Usai Dilantik, Mendag  Cek Harga ke Pasar

RI Deflasi 3 Bulan Beruntun, Bisa Resesi

Jakarta -  Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat Indonesia mengalami deflasi 0,18 persen pada Juli 2024 secara bulanan. Plt Kepala...

Daily Economic Review: Profitabilitas Bank-Bank Besar Dianggap Masih Cukup Baik

Ekonomi Indonesia Triwulan I-2024 Tumbuh Hingga 5,11 Persen

Presiden Jokowi meresmikan Indonesia Digital Test House (IDTH) di Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi (BBPPT) di Kota Depok, Provinsi Jawa...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dudy Rotasi Pejabat Eselon I Kemenhub, Arif Toha Ditunjuk Jadi Sekjen

Dudy Rotasi Pejabat Eselon I Kemenhub, Arif Toha Ditunjuk Jadi Sekjen

Sentul City Kembali Normal Usai Banjir Bandang, Akses Jalan Sudah Bisa Dilalui

Sentul City Kembali Normal Usai Banjir Bandang, Akses Jalan Sudah Bisa Dilalui

Rombak Direksi, PT Timah Kini Punya Wadirut

Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Sita 5 Koper Uang Rp 5 Miliar dari Penggeledahan di Ciputat

Persib Tersungkur di ACL Two, Misi Berat di Bandung

Federico Barba Optimis Persib Bisa Berbalik Unggul di ACL 2

Strategi Bahlil Capai Swasembada Energi

Bahlil Wajibkan Kader Golkar yang Mau Kursi Menteri Ikut Nyaleg

Kejati Tetapkan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Disbud DKI

Eks Kapolres Bima Kota Resmi Jadi Tersangka Kasus Narkoba

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In