ASPEK.ID, JAKARTA – Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berencana untuk memanggil Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Anggota Komisi VI DPR RI Amin AK mengatakan, pemanggilan ini dilakukan untuk mengevaluasi capaian realisasi investasi saat ini yang dinilai masih minim.
“Katanya komitmen investasi besar, tapi realisasinya minim. Kami perlu duduk dengan mitra kami dari BKPM untuk evaluasi. Banyak berita gembira komitmen investasi begitu, tapi realisasinya belum ada,” kata Amin AK dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (18/12).
Politisi F-PKS itu menyebutkan, meski banyak beredar kabar soal komitmen investasi, ia menilai realisasinya belum terlihat.
Amin mencontohkan komitmen investasi dari Abu Dhabi yang mencapai 22,8 miliar dolar AS atau Rp319,8 triliun pada awal 2020 lalu.
“Abu Dhabi katanya deal terbesar, tapi tidak ada realisasi. Artinya ada informasi yang dia tangkap di awal gitu, setelah mereka kunjungi dan dalami itu berbeda jauh. Ya sampai saat ini memang belum ada pernyataan batal, tapi realisasi juga belum ada,” kata legislator Dapil Jawa Timur IV itu.





















