ASPEK.ID, JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan perombakan terhadap susunan Direksi PT Rajawali Nusantara Indonesia atau RNI (Persero), Senin (16/11).
Adalah Arief Prasetyo Adi yang diangkat sebagai Direktur Utama. Dia menggantikan Eko Taufik Wibowo yang menjabat posisi tersebut sejak Januari 2020.
RNI merupakan perusahaan pelat merah yang digadang oleh Kementerian BUMN sebagai induk holding pangan yang akan dianggotai PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Berdikari (Persero), PT Sang Hyang Seri (Persero) dan PT Pertani (Persero).
Selanjutnya ada PT Garam (Persero), PT Perikanan Nusantara (Persero), PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), serta PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) dan Perum Perikanan Indonesia.
“Penetapan ini sejalan dengan upaya Kementerian BUMN dalam memperkuat peran RNI memimpin BUMN Klaster Pangen menuju proses integrasi bisnis pangan guna meningkatkan kontribusi BUMN dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional,” kata Manager Komunikasi Korporasi dan Layanan Direksi RNI Iqbal Nurman Suwitamihardja dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (17/11).
Berikut ini susunan Komisaris dan Direksi PT Rajawali Nusantara Indonesia atau RNI (Persero):
Dewan Direksi
Direktur Utama – Arief Prasetyo Adi
Direktur Pengembangan dan Pengendalian Usaha – Febriyanto
Direktur Keuangan – Pramusti Indrascaryo
Direktur Manajemen Aset – Endang Suraningsih
Direktur SDM – J. Nanang Marjianto
Dewan Komisaris
Komisaris Utama – Ramelan
Komisaris Independen – Arie Sujito
Komisaris – Abdi Mustakim
Komisaris – Abdul Rochim
Komsiaris – Himawan Arief Sugoto
Profil RNI
PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI adalah BUMN yang bergerak di bidang agroindustri, farmasi dan perdagangan yang didirikan pada 12 Oktober 1964. Pada awal berdirinya tersebut, PT RNI (Persero) memiliki 10 anak Perusahaan.
Saat ini, PT RNI (Persero) sebagai sebuah induk perusahaan investasi dengan jumlah aset lebih dari Rp 12 triliun (per 31 Desember 2017) dan jaringan usaha yang tersebar di seluruh nusantara melalui 13 anak Perusahaan dan tujuh afiliasi.
PT RIN (Persero) mengoperasikan 51 kantor cabang dan 18 unit produksi terdiri dari 10 pabrik gula, 3 pabrik kelapa sawit, 2 pabrik teh, 1 pabrik farmasi, 1 pabrik alat kesehatan, 1 pabrik kulit, 2 pabrik karung plastik, 2 pabrik alkohol, yang didukung oleh lebih dari 11 ribu karyawan.























