ASPEK.ID, JAKARTA – PT Rajawali Nusantara Indonesia atau RNI (Persero) saat ini sedang berusaha untuk mengejar produksi masker sebanyak dua juta lembar guna memenuhi kebutuhan di dalam negeri.
Seperti diketahui, masker memang sangat dicari akhir-akhir ini sejak mewabahnya virus Corona atau Covid-19 di Indonesia sehingga tak jarang mengalami kelangkaan bahkan kekosongan.
“Produksi masker sebanyak dua juta bulan itu semuanya oleh RNI. RNI kerja sama dengan pabrikan lokal, jadi RNI order supaya cepat,” ujar Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga dilansir laman Antara di Jakarta, Rabu (18/3).
Saat ini, RNI dikatakan Arya sedang memesan bahan baku masker dari India, Perancis dan China. Namun, pemesanan bahan baku itu sedikit terkendala karena negara itu sedang menerapkan kebijakan lockdown (menutup kota atau negara).
Lanjut dia, Kementerian BUMN akan menggunakan skema Government to Government (G2G) dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan baku masker di dalam negeri.
“Sekarang ini kebutuhan alat kesehatan dimana-mana. Jadi karena kebutuhan dimana-mana hampir semua negara mencari, akhirnya kami akan negosiasi G2G,” katanya.
Ia menyampaikan negara-negara itu masih berkenan untuk melakukan impor bahan baku masker ke Indonesia. RNI diketahui memang tidak bisa memproduksi lapisan dalam masker.
“Kalau bahan baku, mereka masih oke, asal bukan masker langsung,” ucapnya.
Ia menambahkan RNI akan mendistribusikan masker ke PT Kimia Farma (Persero) Tbk dan pemerintah daerah.
“Kimia Farma akan distribusi ke publik, RNI juga bisa langsung Pemda,” imbuhnya.
Profil PT RNI
PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI adalah BUMN yang bergerak di bidang agroindustri, farmasi dan perdagangan yang didirikan pada 12 Oktober 1964. Pada awal berdirinya tersebut, PT RNI (Persero) memiliki 10 anak Perusahaan.
Saat ini, PT RNI (Persero) sebagai sebuah induk perusahaan investasi dengan jumlah aset lebih dari Rp 12 triliun (per 31 Desember 2017) dan jaringan usaha yang tersebar di seluruh nusantara melalui 13 anak Perusahaan dan tujuh afiliasi.
PT RIN (Persero) mengoperasikan 51 kantor cabang dan 18 unit produksi terdiri dari 10 pabrik gula, 3 pabrik kelapa sawit, 2 pabrik teh, 1 pabrik farmasi, 1 pabrik alat kesehatan, 1 pabrik kulit, 2 pabrik karung plastik, 2 pabrik alkohol, yang didukung oleh lebih dari 11 ribu karyawan.























