Belum genap dua pekan melantai di bursa, harga saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) terjun ke bawah harga IPO sebesar Rp830 per lembar saham pada perdagangan Rabu (18/8).
Saham PT Bukalapak.com Tbk secara resmi telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (6/8) lalu dan dibanderol Rp850 per saham.
IPO Bukalapak sebesar USD 1.5 miliar adalah yang terbesar sepanjang sejarah pasar modal Indonesia, sekaligus pencatatan perdana saham pertama oleh unicorn teknologi di bursa efek di Asia Tenggara.
Namun, BUKA sudah beberapa kali mencetak auto reject atas (ARA) alias naik 25 persen secara harian dan auto reject bawah (ARB) atau turun 7 persen dalam sehari.
Pada hari pertama IPO, BUKA meroket nyaris 25 persen dari level IPO Rp850. Kemudian, pada Senin (9/8), BUKA sempat menguat. Lalu, secara konsisten turun meski berakhir menguat 4,72 persen. Setelah dua hari pertama itu, BUKA langsung anjlok.
Pada Selasa (10/8), BUKA rontok 6,76 persen menjadi Rp1.035 dari harga puncak di Rp1.325. Saham lagi-lagi keok pada Kamis (12/8), dengan pelemahan 6,76 persen dan bertengger di posisi Rp965. Pelemahan terus berlanjut hingga sesi I hari ini.























