Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR berupaya mengadakan multivitamin bagi karyawan yang bekerja di lingkungan DPR RI.
Hal itu untuk meminimalisir risiko penyebaran Covid-19 sekecil mungkin melalui pengadaan multivitamin bagi pegawai di lingkungan Setjen DPR RI.
Namun, pengadaan vitamin yang dianggarakan sebesar Rp2 miliar dari APBN 2021 dibatalkan.
“Kami memang melakukan pengadaan vitamin, pagu anggaran Rp2,09 miliar dengan pengadaan lelang yang cepat didapat pemenang dengan angka Rp 1.773.000.000. Namun, setelah mendengar masukan publik tadi pagi jam 10 saya putuskan untuk dibatalkan,” kata Sekjen DPR Indra Iskandar, kepada wartawan di kompleks parlemen DPR, Kamis (2/9/2021).
Diterangkan Indra, untuk melindungi pegawainya, Setjen DPR RI di awal tahun 2021 telah melaksanakan vaksinasi bagi para pegawai di lingkungan Setjen DPR RI.
“Saat pandemi Covid-19 kembali memuncak pada periode Juni-Juli 2021 lalu, Setjen DPR RI memandang perlu adanya upaya yang lebih untuk meminimalisir risiko penyebaran Covid-19,” papar Indra.
Ia menyampaikan bahwasanya pengadaan multivitamin tersebut seyogyanya diperuntukkan bagi pegawai di lingkungan Setjen DPR RI yang jumlahnya mencapai 7.856 orang.
Terdiri dari ASN 1308 orang, PPNASN dan Pamdal 1.486 orang, TA, SAA 4.344 orang serta petugas kebersihan dan taman sebanyak 718 orang.
“Paket ini berbentuk vitamin yang rencananya di bulan Juli lalu untuk mengantisipasi penyebaran Covid di lingkungan DPR dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan anggota DPR. Karena anggota DPR sudah di-cover oleh asuransi,” tutupnya.























