ASPEK.ID, JAKARTA – Deputi Perencanaan SKK Migas Benny Lubiantara menyatakan upaya SKK Migas mempercepat monetisasi potensi produksi dan percepatan program resource to production membuahkan hasil positif.
Saat ini disetujui 65 pekerjaan yang terdiri dari 23 sumur pemboran dan 42 workover yang akan dikerjakan di tahun 2021 dan 2022 dengan prakiraan potensi produksi sebesar 14 MMBOE.
Realisasi sampai dengan semester 1 2021 adalah sebanyak 6 pekerjaan workover dengan tambahan produksi gas sebesar 12,4 MMCFD.
“Sampai Juli 2021, implementasi surat edaran tersebut berhasil mendorong KKKS untuk melakukan optimasi dan monetisasi sumur interfield/nearfield dan sumur step-out, sumur yang melebihi jumlah sumur di Plan of Development (POD) serta percepatan produksi dari non-producing zone dengan telah disetujuinya 65 pekerjaan sumur pemboran dan workover yang berpotensi menambah produksi sekitar 14 MMBO EUR,” ungkap Benny Lubiantara di Jakarta (10/8/2021).
“Ini langkah yang mampu menjadi enabler dan mendukung implementasi transformasi Indonesia Oil and Gas 4.0 sebagai pondasi untuk meningkatkan produksi migas secara berkelanjutan untuk mewujudkan target 2030 yaitu produksi minyak 1 juta barrel dan gas 12 BSCFD,” ucap Benny.
Benny menyampaikan bahwa SKK Migas terus melakukan koordinasi dengan KKKS untuk potensi tambahan dimasa yang akan datang.
“Tentu saja, SKK Migas melihat masih ada potensi sumur step-out, sumur interfields/nearfield dan non-produce zone. “
SKK Migas terus melakukan upaya- menjaga produksi minyak dan gas agar mencapai target yang telah ditetapkan. Semisal di pemboran sumur yang meskipun jumlah sumur tajak di 2021 diperkirakan belum bisa mencapai target, tetapi efektifitas dari hasil pemboran melampaui target.
“Per Juli 2021 capaian tambahan produksi sudah mencapai 104%, dari perkiraan pemboran sumur akan menghasilkan tambahan produksi sebesar 21.118 BOPD, realisasinya lebih besar yaitu 21.965 BOPD,” ujar Benny.
























