PSSI kembali menjatuhkan sanksi berat kepada pemain sepak bola Indonesia setelah terjadi insiden kekerasan di lapangan. Kali ini, seorang pemain KAFI Jogja, Dwi Pilihanto, mendapat larangan beraktivitas dalam dunia sepak bola seumur hidup setelah melakukan tendangan keras ke arah kepala pemain lawan dalam pertandingan Liga 4 Daerah Istimewa Yogyakarta.
Peristiwa itu terjadi saat laga antara KAFI Jogja menghadapi UAD FC pada Selasa (6/1). Dalam perebutan bola, Dwi mengangkat kaki tinggi dan mengenai kepala Amirul, pemain dari UAD FC, yang lalu harus ditarik keluar karena kesakitan. Meskipun wasit awalnya hanya memberi kartu kuning, video insiden itu kemudian menjadi dasar tindakan lanjutan.
Panitia Disiplin (Pandis) Asprov PSSI DIY menyelidiki kejadian tersebut dan memutuskan bahwa perilaku Dwi melanggar sejumlah pasal dalam Kode Disiplin PSSI 2025. Berdasarkan surat keputusan nomor 005
Pandis_Liga4DIY_PSSI_DIY/1/2026, Dwi dikenai larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup.
Menanggapi keputusan tersebut, pihak klub KAFI Jogja langsung memutuskan hubungan dengan pemain bersangkutan dan mencabut statusnya sebagai anggota tim. Klub juga menyatakan dukungan terhadap penegakan aturan dan mendoakan pemulihan bagi pemain yang menjadi korban.
Insiden ini menjadi kasus kekerasan kedua yang berujung pada sanksi larangan bermain selamanya dalam beberapa hari terakhir di kompetisi Liga 4 Indonesia, setelah sebelumnya Muhammad Hilmi Gimnastiar dari PS Putra Jaya juga dihukum serupa karena menendang pemain lawan pada pertandingan di Jawa Timur.
























