ASPEK.ID, MAKASSAR – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu jenazah yang diduga pramugari korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dari kawasan Puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Jenazah tiba di Posko Tompo Bulu pada Kamis (22/1) malam setelah melalui proses evakuasi yang cukup sulit.
Komandan Tim Elang 6, Letda Kavaleri FS Siregar, mengungkapkan bahwa korban berjenis kelamin perempuan. Jenazah ditemukan di pinggiran air terjun dalam kondisi tubuh tertahan kayu dan semak-semak.
“Korban yang kami dapatkan itu perempuan. Posisi korban berada di pinggiran air terjun, terbentur kayu dan tertahan semak-semak,” ujar Siregar, Jumat (23/1).
Menurutnya, lokasi penemuan jenazah berada sekitar 500 hingga 600 meter dari puncak gunung. Medan yang harus dilalui tim SAR tergolong ekstrem dengan kemiringan tebing mencapai 80 derajat, sehingga proses evakuasi membutuhkan teknik khusus.
“Kondisinya kemungkinan sudah sekitar lima hari. Dari puncak sekitar 500 sampai 600 meter ke bawah dengan kemiringan medan 80 derajat,” jelasnya.
Evakuasi dilakukan menggunakan metode vertikal dengan sistem katrol. Dalam proses tersebut, tim SAR gabungan mendapat dukungan dari PT Vale serta mahasiswa pecinta alam yang sebelumnya membuka jalur menuju titik penemuan korban.
“PT Vale berkoordinasi dengan kami terkait pohon yang dijadikan jangkar, sekaligus membantu proses evakuasi menggunakan katrol,” kata Siregar.
Di sekitar lokasi, tim hanya menemukan jenazah korban beserta pakaian dan sepatu yang dikenakan. Tidak ditemukan barang pribadi lainnya.
Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri di Posko Tompo Bulu untuk dibawa ke RS Bhayangkara guna menjalani proses identifikasi lebih lanjut. []
























