ASPEK.ID, JAKARTA – Pemegang saham perhiasan AS Tiffany & Co menyetujui kesepakatan senilai 15,8 miliar dolar AS dengan Louis Vuitton.
Kesepakatan ini telah mengakhiri perselisihan sengit antara dua peritel mewah yang telah berlangsung selama lebih dari setahun.
Pada November 2019, bos LVMH Bernard Arnault setuju untuk membayar Tiffany 135 dolar AS per saham dan berjanji untuk memoles merek perhiasan mewah tersebut, yang telah kehilangan konsumen mudanya.
Tetapi pandemi Covid-19 telah
memukul pendapatan perusahaan dan membuat penjualan Tiffany turun sebesar 36%
hingga akhirnya menggoyahkan kesepakatan dan Tiffany malah mundur.
Pada pertemuan pemegang saham yang digelar khusus secara
virtual, Rabu (30/12/2020), lebih dari 99 persen suara yang diberikan mendukung
kesepakatan tersebut.
Setelah proses hukum
dilakukan, LVMH kemudian menegosiasikan kembali harga kesepakatan tersebut dan menurunkannya
sebesar 425 juta dolar AS.
Sebagaimana disepakati pada bulan Oktober, LVMH
akan membayar 131,5 dolar AS per saham, turun dari 135 dolar AS dalam
kesepakatan awal yang ditandatangani akhir tahun lalu.





















