ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan, bahwa Indonesia akan mengikuti tender pembangunan 1.050 gerbong Kereta Api (KA) di Bangladesh.
Hal itu disampaikan Erick usai melakukan pertemuan dengan Menteri Perkeretaapian Bangladesh Nurul Islam Sujon.
Erick menyebutkan, kerjasama Indonesia dan Bangladesh terjalin dengan sangat baik selama ini, bahkan BUMN sudah mulai kerjasama KA dari 2005 hingga saat ini dan nilainya hampir USD 181,6 juta.
Menteri BUMN mengatakan bahwa nantinya, PT INKA dan 2 BUMN lain akan ikut dalam tender tersebut. Meskipun demikian, Erick belum menyebut berapa nilai tender tersebut.
Selain itu, Kementerian BUMN juga sedang meninjau kerjasama pembangunan power plant di Bangladesh, yang akan melibatkan dua BUMN yaitu PT Pertamina dan PT PLN. Tak lupa, Indonesia juga berkomitmen untuk turut meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) di Bangladesh lewat training-training.
Seperti diketahui, Kemampuan Indonesia dalam memproduksi komponen dan rangkaian kereta sudah diperhitungkan banyak negara. Melalui BUMN PT INKA (Persero), produk kereta dan komponen buatan lokal sudah melanglang buana setidaknya ke tujuh negara yaitu Filipina, Singapura, Malaysia, Australia, Thailand, Sri Lanka, dan Bangladesh.
PT Inka juga sudah mengekspor komponen kereta ke Thailand pada 1996 dan juga ekspor lokomotif ke Filipina.
PT INKA (Persero) juga sukses jadi langganan Bangladesh dalam memasok kereta penumpang, ini dimulai pada 2005. sebanyak 50 unit Broad Gauge Carriages sukses diekspor, lalu 2014 dikirim sebanyak 50 unit Broad Gauge dan 100 unit Meter Gauge Carriages. Pada 2017 juga ekspor 50 unit broad gauge dan 200 unit meter gauge.























