• Latest
  • Trending

17 Tahun Kerja di Bank, Lo Kheng Hong Tidak Simpan Uang di Bank

Dolar AS Makin Kuat Setelah The Fed Naikkan Suku Bunga

3 Cara Habibie Kendalikan Dolar AS Hanya Rp6.550

Kemenhan-TNI Siapkan Awak Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

Indonesia Nomor 1 Militer Terkuat di Asia Tenggara

5 Drone Dipaksa Turun di MotoGP Mandalika

Cara InJourney Airports Dukung MotoGP Mandalika di Lombok, 9-11 Oktober

Update KM Virgo: 6 Korban Meninggal Teridentifikasi, 129 Penumpang Masih Dicari

Pencarian Korban KM Virgo Diperluas ke Kalteng-Kalbar

Bantai Persikad Depok 4-0, PSMS Pimpin Grup A Pegadaian Championship 2026/27

Bantai Persikad Depok 4-0, PSMS Pimpin Grup A Pegadaian Championship 2026/27

Dony Oskaria Sambangi Kantor Menkeu, Utang KCIC Jadi Agenda Pembahasan Utama

Danantara Masuk ke Proyek Etanol, ini Alasannya 

Survei Indikator: Dedi Mulyadi Salip Prabowo di Bursa Capres

Dedi Mulyadi Dinilai Blunder Putuskan Sepihak Proyek Data

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

5 Provinsi dengan Titik Panas Tertinggi

Gempa Kembali Terjadi di NTT pada Minggu 16 Agustus Berkekuatan M 5,2

Pagi Minggu Gempa Hentak NTT dan Aceh

Singapore Airlines Dilarang Masuk Hongkong

10 Maskapai dengan Layanan Wi-Fi Terbaik Dunia

Panglima TNI Rotasi Sejumlah Kabinda, Termasuk Jawa Barat, Tengah dan Timur

Beredar Info Panglima TINI Mutasi Pangdam

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Sesuaikan Operasional

OJK Targetkan RI Punya 5 Bank Syariah Raksasa pada 2027

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Oktober 5, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

17 Tahun Kerja di Bank, Lo Kheng Hong Tidak Simpan Uang di Bank

by Aspek
Juli 31, 2021
in EKONOMI, PERBANKAN

ASPEK.ID, JAKARTA – Investor kawakan di pasar saham Indonesia, Lo Kheng Hong menyatakan tidak pernah menginvestasikan uangnya di bank untuk jangka panjang.

Padahal, dia bekerja di sektor perbankan lebih dari 17 tahun. Lo menilai investasi di bank membuat uangnya tergerus oleh inflasi.

“Karena bunga kecil, sedangkan harga-harga naik. Menurut saya orang yang menaruh uang di bank membuat dirinya miskin pelan-pelan karena inflasi terus,” kata Lo dikutip dari tayangan YouTube Econand, Jumat, 30 Juli 2021.

BacaJuga

OJK Targetkan RI Punya 5 Bank Syariah Raksasa pada 2027

Aturan Terbaru Saldo Minimum Bank Pemerintah Mulai Oktober 2026

BI: Program Ketahanan Pangan Nasional Ikut Berdampak Terjaganya Inflasi September 2026

2.259 Mobil Mitsubishi Diekspor dari Patimban ke Meksiko

Gaji di Bawah Rp10 Juta/Bulan Bebas Pajak

Prabowo Akan Bagi Tunai Rp 900.000 kepada 13,3 Juta Pekerja

Lo memilih berinvestasi di tempat lain. tidak memilih obligasi karena imbal hasilnya tak terlalu besar. Dia memutuskan tak membeli emas karena dinilai bukan merupakan investasi yang produktif.

Lo memilih pasar modal. Di Indonesia, Bursa Efek Indonesia atau BEI, ucap dia, terbukti menawarkan imbal hasil tertinggi di antara bursa utama dunia bagi investor jangka panjang.

Menurutnya, investasi saham memiliki keunggulan ketimbang investasi lainnya. Melalui investasi saham, masyarakat dengan modal kecil bisa turut memiiki perusahaan besar atau multinasional, seperti BCA hingga Astra Internasional.

“Dengan (investasi di) bursa, orang dengan kemampuan kecil bisa merasakan punya perusahaan besar,”  ungkapnya disadur dari tempo.

Dia menambahkan investor saham umumnya selalu mengharapkan hal-hal baik.  Bila hal buruk terjadi, hal itu akan berpengaruh terhadap laju indeks harga saham atau IHSG.

Lo mencontohkan Covid-19 yang menghantam indeks dari level 6.000 ke 5.000. Situasi ini berkebalikan dengan orang yang menyimpan uangnya dalam bentuk dolar.

“Orang yang memegang dolar biasanya mengharapkan yang buruk yang terjadi. Kalau situasi buruk, rupiah melemah, dolar menguat, mereka untung,” kata Lo Kheng Ho.

Komentar
Share57Tweet36SendShareShare10Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Sesuaikan Operasional

OJK Targetkan RI Punya 5 Bank Syariah Raksasa pada 2027

ASPEK.ID, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan Indonesia memiliki setidaknya lima bank syariah berukuran besar dalam waktu dekat. Bank...

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Sesuaikan Operasional

OJK Tutup 15 Bank per September 2026

  ASPEK.ID, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menutup 15 bank di Indonesia. Yang terbaru adalah PT Bank Perekonomian Rakyat...

Target 200 Juta Penduduk Punya Buku Bank,  Usia 17 Tahun Otomatis Punya Rekening dan Saldo Rp50 Ribu

Airlangga: 74 Juta WNI Tidak Punya Rekening Bank

ASPEK,.ID, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan sekitar 74 juta penduduk Indonesia berusia 17 tahun ke atas...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In