Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia edisi 2022. Sejumlah nama yang dikenal pun menghiasi daftar orang terkaya Forbes 2022. Dilansir dari Forbes pada Minggu (11/12/2022), daftar ini disusun dengan menggunakan informasi kepemilikan saham dan keuangan yang diperoleh dari keluarga dan individu, bursa saham, laporan tahunan dan analis. Peringkat tersebut mencantumkan kekayaan individu dan keluarga, termasuk yang dibagikan di antara kerabat.
“Kekayaan publik dihitung berdasarkan harga saham dan nilai tukar pada 18 November 2022, dan penyesuaian mungkin telah dilakukan untuk beberapa saham yang diperdagangkan tipis atau memiliki float publik yang rendah,” jelas laporan Forbes.
Dalam laporannya, saudara R. Budi Hartono dan Michael Hartono tetap menduduki posisi pertama orang terkaya di Indonesia versi Forbes dengan kekayaan mencapai US$47,7 miliar atau Rp744,26 triliun (kurs Rp15.603), naik US$5,1 miliar dari tahun lalu.
Forbes menyampaikan bahwa kekayaan tersebut sebagian karena IPO November Global Digital Niaga (Blibli), yang mengumpulkan Rp8 triliun atau US$510 juta dan menjadi IPO terbesar kedua di Indonesia tahun 2022.
Selain duo Hartono, harga batu bara yang lebih tinggi di tengah krisis energi global mendorong Low Tuck Kwong ke posisi kedua dengan lonjakan kekayaannya hampir lima kali lipat menjadi US$12,1 miliar. Melonjaknya saham Bayan Resources miliknya, membuat Low Tuck Kwong menjadi pemenang terbesar tahun ini baik dalam persentase maupun dolar.
Selanjutnya, posisi kedua adalah keluarga Widjaja dari konglomerat Sinar Mas. Menurut Forbes, kekayaan keluarga Widjaja merosot ke nomor tiga, walaupun pemulihan bisnis kertas grup mereka membantu meningkatkan kekayaan sebesar US$1,1 miliar menjadi US$10,8 miliar.
Berikut adalah daftar 50 Orang Terkaya di Indonesia 2022 versi Forbes:
Budi & Michael Hartono: US$47,7 miliar
Low Tuck Kwong: US$12,1 miliar
Widjaja family: US$10,8 miliar
Sri Prakash Lohia: US$7,7 miliar
Anthoni Salim: US$7,5 miliar
Chairul Tanjung: US$5,2 miliar
Prajogo Pangestu: US$5,1 miliar
Boenjamin Setiawan: US$4,8 miliar
Tahir: US$4,2 miliar
Djoko Susanto: US$4,1 miliar
Bachtiar Karim: US$4 miliar
Jogi Hendra Atmadja: US$3,95 miliar
Wijono & Hermanto Tanoko: US$3,65 miliar
Susilo Wonowidjojo: US$3,5 miliar
Garibaldi Thohir: US$3,45 miliar
Theodore Rachmat: US$3,3 miliar
Martua Sitorus: US$3,1 miliar
Sukanto Tanoto: US$2,9 miliar
Eddy Kusnadi Sariaatmadja: US$2,4 miliar
Ciliandra Fangiono: US$2,2 miliar
Dewi Kam: US$2 miliar
Peter Sondakh: US$1,9 miliar
Otto Toto Sugiri: US$1,88 miliar
Bambang Sutantio: US$1,85 miliar
Edwin Soeryadjaya: US$1,8 miliar
Putera Sampoerna: US$1,7 miliar
Hamami family: US$1,6 milliar
Arini Subianto: US$1,5 miliar
Mochtar Riady: US$1,45 miliar
Irwan Hidayat: US$1,35 miliar
Kiki Barki: US$1,3 miliar
Eddy Sugianto: US$1,27 miliar
Ciputra family: US$1,25 miliar
Soegiarto Adikoesoemo:US$1,22 miliar
Jerry Ng: US$1,2 miliar
Lim Hariyanto Wijaya Sarwono: US$1,12 miliar
Murdaya Poo: US$1,11 miliar
Husodo Angkosubroto: US$1,1 miliar
Hary Tanoesoedibjo: US$1,09 miliar
Husain Djojonegoro: US$1,08 miliar
Ghan Djoe Hiang: US$1,07 miliar
Winarko Sulistyo: US$1,06 miliar
Manoj Punjabi: US$1,05 miliar
Marina Budiman: US$1,04 miliar
Haryanto Tjiptodihardjo: US$1,02 miliar
Sudhamek Agoeng Waspodo:US$1 miliar
Alexander Tedja: US$955 juta
Sjamsul Nursalim: US$940 juta
Eddy Katuari: US$930 juta
Han Arming Hanafia: US$885 juta























