• Latest
  • Trending
91 Juta Akun Tokopedia Diduga Bocor dan Diperjualbelikan

91 Juta Akun Tokopedia Diduga Bocor dan Diperjualbelikan

Pasar Cempaka Putih Terbakar, 25 Damkar Dikerahkan

Kebakaran Apartemen di Jakbar, 19 Penghuni Dievakuasi

Cara Lengkap Aktivasi Akun Coretax buat Lapor SPT

Ingat! Batas Lapor SPT Pajak Hari Ini, Telat Kena Denda

Polda NTB Tangkap Kasat Narkoba Polres Bima

Tersangka Kasus Penganiayaan Bayi di Daycare Banda Aceh Jadi Tiga Orang

Semen Padang di Ujung Tanduk, 5 Kekalahan Beruntun Dekatkan ke Degradasi

Semen Padang di Ujung Tanduk, 5 Kekalahan Beruntun Dekatkan ke Degradasi

Menteri PPPA Minta Maaf soal Usul Gerbong KRL Wanita Pindah ke Tengah

Menteri PPPA Minta Maaf soal Usul Gerbong KRL Wanita Pindah ke Tengah

Lantik 14 Kajati, Jaksa Agung Soroti Disiplin hingga Disinformasi

Lantik 14 Kajati, Jaksa Agung Soroti Disiplin hingga Disinformasi

Pengasuh Daycare di Banda Aceh Jadi Tersangka Penganiayaan Bayi

Pengasuh Daycare di Banda Aceh Jadi Tersangka Penganiayaan Bayi

Oditur Ungkap Motif dan Cara 4 TNI Siram Andrie Yunus

Oditur Ungkap Motif dan Cara 4 TNI Siram Andrie Yunus

Korban Meninggal Kecelakaan KA di Bekasi Timur Bertambah Jadi 14 Orang

Korban Meninggal Kecelakaan KA Argo Bromo-KRL Bertambah Jadi 16 Orang

Eks Gubernur Lampung Jadi Tersangka Korupsi Dana Migas Rp271 M

Danantara Percepat Konsolidasi Hotel BUMN, Integrasi Aset Ditargetkan Tuntas 2026

Danantara Siapkan Jurus Pangkas Utang BUMN Karya

3 Perwira Hukum Pimpin Sidang Dugaan Penganiayaan Aktivis KontraS

Pengadilan Militer Gelar Sidang Perdana Kasus Andrie Yunus Hari Ini

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, April 30, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

91 Juta Akun Tokopedia Diduga Bocor dan Diperjualbelikan

by Zamzami Ali
Mei 3, 2020
in TEKNOLOGI
91 Juta Akun Tokopedia Diduga Bocor dan Diperjualbelikan

[Foto: Bloomberg]

ASPEK.ID, JAKARTA – Lembaga Riset Siber Indonesia CISSReC (Communication & Information System Security Research Center) memperkirakan sekitar 91 juta akun di Tokopedia diretas beserta 7 juta akun merchant.

Ketua Lembaga Riset Siber Indonesia CISSReC (Communication & Information System Security Research Center) Pratama Persadha mengatakan, pada 2019 lalu Tokopedia menyebut ada sekitar 91 juta akun aktif pada platformnya.

Artinya hampir semua akun di layanan jual beli daring tersebut berhasil diambil datanya oleh peretas.

BacaJuga

Bos Agrinas: Harga Pikap Impor 50% Lebih Murah dari Produk Lokal

Komdigi Luncurkan e-Katalog Prangko 2025 Berbasis NFT dan AR

Wamen Nezar: Pemerintah Siapkan Regulasi AI yang Lebih Solid

Prabowo-Gibran Punya Akun Medsos Resmi, Tiru AS

Prabowo Larang Menteri & Eselon I Pakai Mobil Impor

Indonesia Jadi Negara Pertama di Asia Tenggara Selesaikan Penilaian Kesiapan AI 

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Memang data untuk password masih dienkripsi, namun tinggal menunggu waktu sampai ada pihak yang bisa membuka. Itulah kenapa pelaku mau melakukan share gratis beberapa juta akun untuk membuat semacam sandiwara siapa yang berhasil membuka kode acak pada password,” kata Pratama melalui pernyataan tertulis, Minggu (3/5).

Peretas dikatakannya menjual data tersebut di darkweb berupa user ID, email, nama lengkap, tanggal lahir, jenis kelamin, nomor handphone dan password yang masih ter-hash atau tersandi.

Semua dijual dengan harga US$ 5.000  atau sekitar Rp 74 juta. Bahkan ada 14,9 juta akun Tokopedia yang diretas tersebut datanya saat ini bisa didownload.

Sebuah akun peretas pertama kali dikatakannya mempublikasikan hasil peretasan di raid forum pada Sabtu 2 Mei 2020. Kemudian peretas lainnya memposting thread penjualan 91 juta akun Tokopedia di forum darkweb bernama EmpireMarket.

Dari sini, akun yang berbeda mempublikasikan peretasan Tokopedia ke publik Twitter. Pratama mengatakan kejadian seperti ini harus secara cepat direspons Tokopedia dan juga para penggunanya.

“Karena ancaman penipuan dan pengambilalihan akun bisa terjadi kapan saja,” ujarnya.

Walaupun beberapa akun password masih dalam bentuk acak, kata Pratama, data lain sudah plain alias terbuka. Artinya oknum peretas bisa memanfaatkan data tersebut untuk melakukan penipuan dan pengambilalihan akun-akun di internet.

Seperti, mengirimkan link phising maupun upaya social engineering lainnya. Oleh karena itu,  Pratama mengusulkan kepada Tokopedia melakukan pembaharuan informasi kepada seluruh penggunanya segera.

“Bila nantinya password sudah berhasil dibuka oleh pelaku, pastinya salah satu yang akan dilakukan adalah takeover akun. Lalu pelaku secara random akan mencoba melakukan take over akun medsos dan marketplace lainnya, karena ada kebiasaan penggunaan password yang sama untuk semua platform,” ungkap dia.

Pratama menganjurkan kepada pengguna Tokopedia  untuk mengganti password dan mengaktifkan OTP (one time password) lewat SMS. Lalu mengganti semua password dari akun media sosial serta platform dagang daring lainnya.

“Akibat peretasan Tokopedia ini bisa menjalar ke akun media sosial dan platform lainnya bila menggunakan email dan password yang sama. Terutama bagi admin akun medsos pemerintah dan lembaga harus cepat melakukan pengamanan akun sebagai langkah antisipasi,” tuturnya.

Selanjutnya, saat mendapatkan sampel data dari forum, belum ada data kartu kredit maupun debit yang disebar pelaku. Harapannya data kartu tidak ikut menjadi salah satu yang berhasil diretas.

Kejadian seperti ini bukan insiden pertama kali di tanah air. Seharusnya ini menjadi peringatan keras pada setiap penyedia layanan di internet yang memakai banyak data masyarakat dalam kegiatannya.

Penetration test harus sesering mungkin dilakukan untuk mengetahui dimana saja letak celah keamanan. Situs marketplace akan selalu menjadi sasaran para peretas karena banyak menghimpun data masyarakat, terutama kartu kredit, kartu debit dan dompet digital.

“Perkuat pengamanan sistemnya, investasi lebih banyak untuk cyber security. Penggunaan enkripsi harus merata terhadap semua data yang berhubungan dengan user, jangan hanya password seperti saat ini,” tuturnya.

Menanggapi dugaan kebocoran data tersebut, Tokopedia hingga saat ini masih bersikukuh identitas pelanggan dan kata sandi atau password pengguna platformnya masih terlindungi, meskipun ada upaya peretasan oleh orang tak bertanggung jawab.

Dia menjelaskan untuk seluruh transaksi pembayaran di Tokopedia pun hingga kini masih terjaga dengan aman.

“Tokopedia memastikan tidak ada kebocoran data dan pembayaran,” kata Vice President of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak dilansir dari laman Tempo, Minggu (3/5).

Komentar
Share46Tweet26SendShareShare7Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

91 Juta Akun Tokopedia Diduga Bocor dan Diperjualbelikan

Belanja Online Motor Listrik Meningkat di Tokopedia

Tokopedia, e-commerce milik PT GoTo (Gojek Tokopedia) Tbk mencatatkan penjualan kendaraan listrik secara keseluruhan naik signifikan hingga lebih dari dua...

91 Juta Akun Tokopedia Diduga Bocor dan Diperjualbelikan

Tokopedia: 5 Produk Paling Laris saat Ramadan

Tokopedia mengungkapkan sejumlah produk yang paling banyak dicari oleh masyarakat di e-commerce selama bulan Ramadan. VP of Tokopedia Marketing Solutions,...

Bantu UMKM Indonesia, Google Kucurkan Rp155 Miliar

Google, Tokopedia dll Setor Pajak Rp10 T

Menkeu  Sri Mulyani mendapat Rp5,48 triliun dari setoran pajak pertambahan nilai dari perdagangan melalui sistem elektronik (PPN PMSE)  termasuk Google...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Pelindo Marine Ajak Berlayar Menuju Energi Bersih Lewat Program Podcastmar

Pelindo Marine Ajak Berlayar Menuju Energi Bersih Lewat Program Podcastmar

Buruh akan Gelar Demo Besar Hingga Mogok Makan, Tuntut Kenaikan Upah 10,5 Persen

Buruh akan Gelar Demo Besar Hingga Mogok Makan, Tuntut Kenaikan Upah 10,5 Persen

PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

Pasar Cempaka Putih Terbakar, 25 Damkar Dikerahkan

Kebakaran Apartemen di Jakbar, 19 Penghuni Dievakuasi

Cara Lengkap Aktivasi Akun Coretax buat Lapor SPT

Ingat! Batas Lapor SPT Pajak Hari Ini, Telat Kena Denda

Polda NTB Tangkap Kasat Narkoba Polres Bima

Tersangka Kasus Penganiayaan Bayi di Daycare Banda Aceh Jadi Tiga Orang

Semen Padang di Ujung Tanduk, 5 Kekalahan Beruntun Dekatkan ke Degradasi

Semen Padang di Ujung Tanduk, 5 Kekalahan Beruntun Dekatkan ke Degradasi

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In