ASPEK.ID, JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan lima komisaris PT Bank Tabungan Negara atau BTN (Persero) Tbk belum melakukan fit and proper test di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan bahwa pihaknya sudah mengusulkan ke OJK untuk segera melakukan fit and proper test kepada lima komisaris tersebut.
“Kementerian BUMN tengah menunggu proses selanjutnya dari OJK,” kata Arya dilansir laman CNN, Rabu (11/12).
Selain lima komisaris, Arya juga mengatakan masih ada satu direktur yang belum selesai melakukan fit and proper test. Ia berharap proses ini bisa segera dilakukan dan selesai pada Januari 2020 mendatang.
Susunan Direksi dan Komisaris Bank BTN setelah RUPSLB pada Rabu (27/11) lalu adalah sebagai berikut:
Direksi
Direktur Utama: Pahala Nugraha Mansury
Direktur Consumer dan Commercial Lending: Hirwandi Gafar
Direktur Finance, Planning, & Treasury: Nixon LP Napitupulu
Direktur Legal, Human Capital, & Compliance: Yossi Istanto
Direktur Remidial and Wholesale Risk: Elisabeth Novie Riswanti
Direktur Operation, IT & Digital Banking: Andi Nirwoto
Direktur Enterprise Risk Management, Big Data & Analityc: Setyo Wibowo
Direktur Distribution & Ritel Funding: Jasmin
Komisaris
Komisaris Utama/Independen: Chandra Hamzah
Komisaris: Andin Hadiyanto
Komisaris: Heru Budi Hartono
Komisaris: Eko D. Heripoerwanto
Komisaris Independen: Armand B. Arief
Komisaris Independen: Ahdi Jumhari Luddin





















