ASPEK.ID, JAKARTA – PT Pegadaian (Persero) mencatatkan pertumbuhan bisnis gedai di tengah pandemi Covid-19 sebesar 15,91 persen pada periode Januari hingga April 2020.
Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian (Persero) R. Swasono Amoeng Widodo dalam diskusi daring di Jakarta mengatakan, Pegadaian juga mencatatkan kenaikan nasabah produk gadai selama Januari-April 2020, dari sebelumnya sekitar 11 juta nasabah menjadi 11,46 juta nasabah.
Pada periode itu, dia menyebutkan penyaluran pembiayaan dari produk gadai tercatat sebesar Rp39 triliun, atau naik dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp34 triliun.
Eemas masih menjadi produk gadai yang mendominasi dengan komposisi 90 persen dari total outstanding.
“Di Pegadaian 90 persen adalah emas. Namun, tidak selalu emas di Pegadaian, ada juga berlian. Pembagian jenis barang Pegadaian, yakni perhiasan, tekstil, elektronik, alat rumah tangga (blender, setrika), kendaraan bermotor roda dua dan empat, kendaraan niaga, hingga kain songket,” jelasnya seperti dilansir dari laman Antara, Kamis (14/5).
Saat ini, Amoeng mengemukakan bahwa gadai mobil meningkat paling tinggi, yakni sebesar 30 persen.
“Kalau akhir Januari nilai outstanding Rp240 miliar, pada bulan April jadi Rp311 miliar, selama 3 bulan naik 30 persen,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Amoeng juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan stress test terkait dengan dampak pandemi Covid-19.
“Kami menghitung stress test 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, sampai setahun. Masih hitung-hitungan di atas kertas, laba pegadaian sampai 12 bulan ke depan, alhamdulillah, masih positif,” katanya.
Hasil stress test sampai Desember tahun ini, tambah dia, Pegadaian masih dapat membukukan pertumbuhan laba menjadi Rp3,3 triliun, naik dari tahun sebelumnya Rp3,1 triliun.
“Laba sampai Maret masih on the track. Proyeksi sampai akhir tahun masih laba dengan catatan hitungan normal,” imbuhnya.
























