ASPEK.ID, JAKARTA – Kepala Taman Disney Josh D’Amaro mengatakan bahwa beberapa keputusan sulit harus diambil perusahaan saat pandemi Covid-19.
Salah satu keputusan sulit itu adalah memberhentikan sebanyak 28.000 ribu karyawan taman hiburan yang berbasis di California, AS ini.
Dilansir dari laman CNBC, Rabu (30/9), pergerakan saham perusahaan pun langsung turun 2% pada bel penutupan pasca pengumuman kabar ini.
D’Amaro mengatakan, sekitar 67% dari 28.000 karyawan yang di PHK merupakan pekerja dengan status paruh waktu.
“Seperti yang bisa anda bayangkan, keputusan besar ini tidaklah mudah,” tulis D’Amaro dalam memonya kepada karyawan.
Disney telah mengeluarkan banyak modal sejak terjadi pandemi. Pada kuartal II, perusahaan melaporkan kerugian US$ 1 miliar pada operasional karena penutupan taman, hotel, dan jalur pelayaran.
Sementara pada kuartal III, perusahaan rugi US$ 3,5 miliar. Manajemen pun sudah melobi legislator negara bagian California untuk memberikan pedoman agar bisa membuka kembali taman hiburan.
Pedoman tersebut seperti yang dilakukan pada Disney di Florida, Paris, Shanghai, dan Jepang.























