ASPEK.ID, JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko akan mengawal rencana pembangunan jembatan penghubung Pulau Batam dan Pulau Bintan di Provinsi Kepulauan Riau, yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
“Saya bersama Pak Gubernur memastikan bagaimana perkembangan jembatan Batam-Bintan, mengikuti sebuah progres, tugas Kepala Staf Presiden dalam rangka mengawal proyek nasional strartegis,” kata Moeldoko dalam keterangannya dari Batam, Jumat (28/5).
Selain itu, Moeldoko juga ingin memastikan apakah ada kendala dalam menjalan proyek strategis nasional yang telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2020-2024.
Moeldoko dalam kesempatan itumemuji kerja cepat Gubernur Kepri Ansar Ahmad dalam upaya membangun Jembatan Batam-Bintan, termasuk memastikan ketersediaan lahan dan berbagai aspek lainnya.
Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan Pemda berkomitmen menjalankan semua kewajibannya dalam rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan, antara lain penyediaan lahan.
Pihaknya segera menandatangani nota kesepahaman terkait pembangunan jembatan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Rencananya, pembangunan jembatan menggunakan sistem kerja sama pemerintah dan badan usaha. Pemancangan awal proyek dilakukan pada 2022.
“DED sudah beberapa kali review, kemarin ‘beauty contest’ ke investor untuk melihat respon mereka, tinggal sekarang mempercepat jadwal,” ungkapnya.
























