• Latest
  • Trending

Ini Syarat Indonesia Jadi Negara Maju

Tunjangan Khusus Pegawai PPATK Naik hingga Rp47,5 Juta

PPATK: Kejahatan Korupsi  Mencapai Rp195,7 T

2 Pria Pembawa Molotov Diamankan saat Demo Mahasiswa di Jakarta

Kedubes AS di Jakarta Beri Peringatan soal Demonstrasi Hari Ini

Pertamina Salurkan Makanan dan Obat ke Pelosok NTT

Pertamina Salurkan Makanan dan Obat ke Pelosok NTT

Garuda Indonesia Masih Layani Penerbangan Domestik

Garuda Terapkan Sistem Bagasi Berbasis Koli, Berat Koper tak Bisa Lagi Diakumulasi

Menteri Agama Usul Biaya Perjalanan Haji Rp 65 Juta Tahun 2025

Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur

Kemenag Bantah Kabar Menag Nasaruddin Umar Mengundurkan Diri

Kemenag Bantah Kabar Menag Nasaruddin Umar Mengundurkan Diri

72 Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan MBG

Zulhas Wajibkan Kepala SPPG Hadir di Dapur Jam 2 Malam

Menteri Agama Usul Biaya Perjalanan Haji Rp 65 Juta Tahun 2025

Nasaruddin Umar Dikabarkan Mundur dari Menteri Agama

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

Sempat Menguat, IHSG Ditutup Anjlok 1,48% ke Level 6.405

KPK Panggil Dua Saksi Terkait Dugaan Korupsi di LPEI

KPK Panggil Dirut PT Clipan Finance Indonesia Terkait Kasus Suap Bupati Kuansing

252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

BGN Stop Sementara Pembukaan Dapur MBG Baru

HUT Jokowi Dihadiahi Surat Larangan Pakai Bank Konvensional

BSI: Tabungan Haji dan Umrah Capai 7,69 juta Rekening

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, Agustus 27, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Ini Syarat Indonesia Jadi Negara Maju

by Aspek
Oktober 4, 2019
in TEKNOLOGI

ASPEK.ID, BANDA ACEH – Untuk menjadi negara maju, Indonesia harus mampu masuk kategori tingkat innovation-driven economy. Indonesia masih mempunyai peluang karena salah satu di antaranya Indonesia sedang mengalami bonus demografi sampai dengan tahun 2030.

Demikian sebut Kepala BPPT Hammam Riza dalam kuliah umumnya di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Kamis (3/10/2019)

“Indonesia memang sempat mengalami ‘kejayaan Iptek’ melalui lompatan teknologi yang dimulai oleh Pendiri BPPT sekaligus Presiden ke-3 RI yang dijuluki sebagai ‘Bapak Teknologi’ Bacharuddin Jusuf Habibie. Lompatan teknologi yang dilakukan BJ Habibie saat itu berfokus pada industri pesawat terbang,” ungkap Hammam.

BacaJuga

Kapal Induk Indonesia Giuseppe Garibaldi: Ganti Nama Jadi KRI Gajah Mada

Era AI Ubah Dunia Kerja, Sarjana Harus ada 3 Kapasitas

Kapal Induk Pertama Indonesia, Giuseppe Garibaldi Berlayar ke Ibu Pertiwi

Prabowo Dorong ‘Ubi Bombing’ Padamkan Karhutla

BMKG, IKN & TNI AU Modifikasi Cuaca di IKN

Tesla Tarik 3 Juta Mobil di China

Hammam menuturkan, kisah itu diawali dari keyakinan BJ Habibie bahwa jika sektor industri ini telah dikuasai, maka penguasaan terhadap industri lainnya akan jauh lebih mudah.

“Bapak BJ Habibie berkeyakinan bahwa bila kita mampu menguasai industri pesawat terbang maka akan mudah dan lebih cepat untuk menguasai industri di bawahnya,” jelas Hammam.

Hammam berharap Indonesia mampu menyiapkan SDM Iptek yang mampu menghadapi revolusi industri 4.0, karena tantangan ini kini telah dimulai.

“Saat ini kita sudah memasuki Industri 4.0, kondisi industri yang merepresentasikan revolusi ke-4 yang telah terjadi di bidang manufacturing,” imbuhnya.

Baca Juga: BPPT: Atasi Karhutla dengan TMC

Kepala BPPT Kenang Habibie di Puspiptek

Pindad dan BPPT Kembangkan Mesin Hitung Mortir

Tantangan ini dimulai dari revolusi ke-3, berupa adopsi komputer-komputer dan otomasi, serta sistem cerdas dan otonomus yang didorong dengan data dan machine-learning, untuk selanjutnya menuju deep learning. Indonesia saat ini pun telah menyiapkan strategi ‘Making Indonesia 4.0’ untuk menghadapi pola teknologi industri berbasis otomasi dan pertukaran data atau disebut Industri 4.0.

“Industri 4.0 ini mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan, dan komputasi kognitif. Lalu menghasilkan ‘pabrik cerdas’, berstruktur moduler, sistem siber-fisik mengawasi proses fisik, menciptakan salinan dunia fisik secara virtual, dan membuat keputusan yang tidak terpusat,” kata Hammam.

Hammam menambahkan, ada 5 teknologi kunci yang memiliki peranan dalam industri 4.0, yakni AR/VR, advanced robotics, 3D printing (physical layer), IoT (connectivity layer), dan AI (logical layer).

Kemudian ada tiga hal lainnya yang juga menjadi poin krusial terkait teknologi masa depan, meliputi IoT, Big Data dan AI.

“Data collection melalui IoT, data capture, storage dan analysis melalui Big Data, dan data based learning melalui Artificial Intelligence (AI). Ketiga hal tersebut saling berinterseksi dengan machine learning, neural network, dan deep learning,” tutur Hammam.

Peran Big Data menjadi sangat penting dengan semakin mudahnya mengumpulkan data-data melalui IoT.

“Karena data yang terkumpul itu begitu besar jumlahnya, tidak mungkin lagi diproses secara manual, maka diperlukan AI agar data-data tersebut menjadi suatu insight yang bermanfaat,” papar Hammam.

Untuk itu, Hammam menegaskan lembaga pendidikan yakni Universitas memiliki peranan penting dalam mempersiapkan SDM yang mumpuni dan mampu menguasai Iptek agar mampu menghadapi Revolusi industri 4.0.

“Untuk itu, sejak dini perlu disiapkan SDM unggul yang dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dan menjadi fondasi utama pengerak kemajuan bangsa. Seperti di negara-negara maju Jepang, Korea, Singapura yang tidak memiliki sumberdaya alam seperti Indonesia, tetapi dapat menjadi negara maju,” tegas Hammam.

Komentar
Share21Tweet13SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Tahun 2021 Masa Suram Pembangunan Riset Nasional

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menilai sejak tahun 2019 hingga 2021, pembangunan riset dan teknologi nasional menjadi semakin suram,...

INKA dan BPPT Siap Produksi Kereta Cepat

PT INKA (Persero) bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), beberapa perguruan tinggi dan perusahaan tengah mempersiapkan untuk membuat kereta cepat...

BPPT & Konsorsium Siap Terbangkan Drone PUNA Elang Hitam

ASPEK.ID, JAKARTA - Kepala BPPT Hammam Riza menyebutkan kehadiraan PUNA Elang Hitam merupakan upaya lompatan teknologi menjangkau teknologi maju di masa...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In