ASPEK.ID, JAKARTA – Dunia Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hari ini kembali berduka. Salah satu sosok penting BUMN Tanah Air, Soegiharto, meninggal dunia akibat Covid-19, Kamis, 15 Juli 2021.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa Kementerian BUMN kehilangan sosok yang disayangi, dihormati dan dibanggakan.
Soegiharto dikatakan Erick adalah tokoh yang luar biasa. Erick juga mengingat momen terakhir bertemu dengan beliau di Kantor Kementerian BUMN beberapa waktu lalu.
“Tiap hari kabar duka dari rekan yang sedang berjuang melawan COVID-19 berdatangan. Pagi ini, kami di kementerian BUMN kehilangan sosok yang kita sayangi, hormati, dan banggakan, Bapak Sugiharto S.E, M.B.A, Menteri BUMN periode 2004-2007, telah pergi mendahului kita semua mengahadap Yang Maha Pencipta,” kata Erick di laman instagram resminya, Kamis (15/7).
“Beliau adalah tokoh yang luar biasa. Terakhir bertemu beliau kami ngobrol dan membahas tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan juga peningkatan kapasitas human capital BUMN. Setiap pesan dari beliau akan selalu saya ingat. Selamat jalan Pak Sugiharto,” ucap Erick.
Diketahui, Dr. H. Sugiharto, S.E., M.B.A. lahir di Medan, Sumatra Utara, 29 April 1955 ini adalah mantan Menteri Negara BUMN di Kabinet Indonesia Bersatu.
Ia menjabat dari Oktober 2004 hingga Mei 2007 sebelum digantikan Sofyan Djalil dalam perombakan kabinet yang dilaksanakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Kemudian pernah menjabat juga sebagai Komisaris Utama Pertamina (2010- 2015). Sebelum menjabat Menteri BUMN, Soegiharto berkarir di Medco Energi dari tahun 1991, dan pernah menjabat Direktur Keuangan hingga Direktur Utama di perusahaan migas itu.
Atas jasa, prestasi dan pengabdiannya, Sugiharto telah dianugerahi Bintang Mahaputera Adipradana dari Presiden Republik Indonesia pada tahun 2014.
Nasehat almarhum yang masih membekas di keluarga besar Kementerian BUMN adalah “Pentingnya Profesionalisme dan Integritas. Tanpa dua prinsip itu, tidak akan tercipta sebuah manajemen yang baik”.






















