Sedikitnya tiga BUMN Indonesia menjalin kerja sama dengan China dalam bidang pertanian, industri dan teknologi. Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan ke China didampingi Menteri BUMN Erick Thohir dan menjelaskan sejumlah kesepakatan kerjasama antar kedua negara.
Berikut tiga BUMN yang bekerja sama dengan China :
1. PT Amarta Karya
Dilansir dari laman web amka.co.id, PT Amarta Karya atau AMKA telah menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan PT China Communication Construction Indonesia (PT CCCI) dalam rangka Kerja sama Produksi Expansion Joint dan Elastomer Bearing Pad, pada tanggal 25 Maret 2021.
“Kerja sama ini merupakan implementasi dari kemitraan strategis dalam meningkatkan produktivitas workshop manufaktur yang kami miliki sehingga dapat mendukung pengembangan bisnis baru AMKA” ungkap Nikolas Agung Direktur Utama AMKA.
Communications Construction Indonesia (CCCI) adalah perwakilan dari China Communications Construction Company Limited (CCCC), yang merupakan badan usaha milik negara Republik Rakyat China yang bergerak dalam bidang investasi, desain, konstruksi untuk infrastruktur. Nikolas juga menegaskan AMK telah mulai mengimplementasikan industry 4.0 dari sektor manufaktur agar dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas produk.
2. PT Waskita Karya
Kerja sama juga terjalin di PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yang telah menandatangani Master Agreement demi membentuk kerja sama yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak. Kerja sama ini melingkupi pengembangan infrastruktur transportasi dan industri lainnya. Misalnya seperti proyek tol Kayu Agung – Palembang – Betung, tol Ciawi – Sukabumi, Pipa Distribusi BBM Cikampek – Plumpang, Revetment Pelabuhan Benoa Bali, serta beberapa proyek infrastruktur lainnya.
Sinergi ini juga merupakan salah satu strategi perusahaan demi menciptakan pertumbuhan bisnis yang positif pasca vaksin Covid-19, tutur Destiawan Soewardjono Direktur Waskita Karya. Karena perusahaan ini tengah mengatasi masalah hutang hingga akhir tahun 2020 lalu.
BUMN yang bergerak di bidang infrastruktur ini tercatat memiliki liabilitas mencapai Rp89,01 triliun. Liabilitas tersebut didominasi oleh liabilitas jangka pendek yaitu mencapai Rp48,24 triliun. Untuk itu, perusahaan tengah berupaya mendivestasi sejumlah ruas jalan tol. Baca juga : RI Terperangkap Utang China Bangun Kereta Cepat? Luhut: Sini Tunjukin
3. PT Industri Battery Indonesia
PT Industri Battery Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) telah melakukan kerja sama dengan perusahaan asal China, PT Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL) dan LG Energy Solution asal Korea Selatan dari Korea Selatan.
Dalam kerja sama tersebut IBC berhasil mendapatkan investasi sebesar USD 15 miliar untuk mengembangkan sistem baterai kendaraan listrik di Indonesia.
Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan “investasi CBL dan LG Energy Solution untuk inisiatif proyek aki kendaraan listrik terintegrasi selaras dengan rencana pengembangan baterai kendaraan listrik yang menekankan ekosistem terintegrasi, dari hulu hingga ke hilir”.
Hal ini akan mendukung Indonesia untuk menjadi produsen global baterai listrik. Karena itu diperlukan banyak sokongan dari berbagai pihak mulai dari kerja sama BUMN, Pemerintah, hingga perusahaan luar negeri terkait transfer teknologi.























