• Latest
  • Trending
32 Kloter Penerbangan Garuda Saat Pemulangan Jemaah Haji Delay, Paling Parah 12 Jam

Kemenag Akui Pengalihan 10.000 Kuota Haji Biasa ke Haji Khusus

LRT Cibubur-Cawang Segera Uji Coba

Subsidi Transjakarta, MRT & LRT di Jakarta Habiskan Rp6,5 Triliun

252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

BGN Percepat Buka Dapur di Daerah 3T

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Eks Mendag Lufti: Perusahaan Berkantor di Singapura Terlibat Karhutla di RI

Ini Program Prioritas Rosan Roeslani Wamen BUMN

2 Tahun Prabowo-Gibran Investasi Rp3.923 Triliun Serap 5 Juta Pekerja

Kabar Duka, Mantan KSAD di Era Tiga Presiden Dikabarkan Meninggal Dunia

Jenderal (Purn) Subagyo HS Dimakamkan di Taman Kalibata

Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

2 Tahun Prabowp-Gibran 20 Oktober Mahasiswa Demo di 2 Lokasi

Kabar Duka, Mantan KSAD di Era Tiga Presiden Dikabarkan Meninggal Dunia

Kabar Duka, Mantan KSAD di Era Tiga Presiden Dikabarkan Meninggal Dunia

Capital Inflow Indonesia Rp4,37 Triliun, Kepercayaan Global Meningkat

Survei BI: Aktivitas Bisnis RI Tetap Tumbuh, tapi Melambat

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Maruli Simanjutak Terima Jabatan Kepala BNPP

Maruli Simanjutak Terima Jabatan Kepala BNPP

3 Juta Warga RI Terpapar Asap Karhutla, Kasus ISPA Naik 78%

DPR Desak Menhut Mundur Jika Tak Bisa Tangani Karhutla

Prabowo: Danantara Wajib Bantu Lanjutkan Proyek LRT Jakarta

Pemgamat: Komunikasi Prabowo Semakin Baik

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, Oktober 20, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Kemenag Akui Pengalihan 10.000 Kuota Haji Biasa ke Haji Khusus

by Aspek
Juli 16, 2024
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, LIFESTYLE, NEWS
32 Kloter Penerbangan Garuda Saat Pemulangan Jemaah Haji Delay, Paling Parah 12 Jam

Masjidil Haram (foto: MCH2024/Kemenag)

Jakarta – Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) RI Hilman Latief mengatakan Kemenag tidak melakukan jual beli kuota haji tambahan dari Pemerintah Arab Saudi untuk dijadikan kuota haji khusus.  Dia membantah tudingan Komisi VIII DPR RI yang menilai adanya indikasi dugaan korupsi dalam penyelenggaraan Haji 2024.

“Kemenag tidak jualan kuota. Dalam MoU antar menterinya [Kemenag-Menteri Haji Saudi] angkanya memang segitu, kan kita tidak boleh jual-jual sembarangan,” katanya, Senin (15/7/2024). 

BacaJuga

Subsidi Transjakarta, MRT & LRT di Jakarta Habiskan Rp6,5 Triliun

BGN Percepat Buka Dapur di Daerah 3T

Eks Mendag Lufti: Perusahaan Berkantor di Singapura Terlibat Karhutla di RI

2 Tahun Prabowo-Gibran Investasi Rp3.923 Triliun Serap 5 Juta Pekerja

Jenderal (Purn) Subagyo HS Dimakamkan di Taman Kalibata

2 Tahun Prabowp-Gibran 20 Oktober Mahasiswa Demo di 2 Lokasi

Hilman menyatakan sangat senang saat mengetahui adanya tambahan kuota haji 20.000 tersebut. Dia mengatakan bahwa pihaknya berupaya mengatur pembagian kuota hingga pemberian layanan kepada jemaah, saat masih di Indonesia dan di Tanah Suci. 

“Kementerian Agama juga senang dan sekaligus juga berpikir keras. Kira-kira bagaimana cara membawanya ke sana? pembagiannya, kemudian juga layanannya di Tanah Air, layanannya di sana, dan seterusnya. Dan kami juga berangkat ke Tanah Suci, berdiskusi dengan Kementerian Haji dan Umroh terkait dengan kuota ini,” ujarnya. 

Hilman mengatakan alasan pengalihan tambahan 10.000 kuota haji ke haji khusus, salah satunya atas hasil perhitungan simulasi kepadatan yang dilakukan Kemenag RI dengan Kementerian Haji Arab Saudi.  Dia menjelaskan bahwa kuota untuk haji khusus yang diambil dari kuota tambahan adalah ketentuan dari pihak Kerajaan Arab Saudi, jika tidak ada persetujuan dari Arab Saudi maka tidak akan bisa diproses. 

“Tambahan yang ada kemudian kita diskusikan yang paling memungkinkan. Karena itu sudah kita hitung juga kalau kita tambah full berapa kira-kira kepadatan [di Mina] akan bertambah,” ucapnya. 

Adapun dia mengungkap hal utama yang menjadi pertimbangan adalah kepadatan jemaah haji dengan penambahan kuota tersebut.  Kemenag dan Kementerian Haji menyoroti simulasi saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Pasalnya, Kemenag mengingat kapasitas Mina yang terbatas dan tenda-tenda di maktab yang sempit.  Dia menjelaskan bahwa di Mina terdapat 5 sektor dan jemaah Indonesia biasanya ditempatkan di sektor 3 dan 4. Sedangkan, untuk sektor 1 dan 2 diperuntukkan bagi jemaah haji khusus.  Adapun di sektor 3 dan 4, jemaah Indonesia bersempit-sempitan dengan jemaah lainnya, bukan hanya dari sesama

Indonesia tetapi juga berbagi dengan jemaah dari negara lain, di antaranya, Malaysia, China, dan Filipina.  Kemudian, Hilman menegaskan bahwa dirinya tidak bisa membayangkan kepadatan yang akan terjadi jika kuota tambahan sebanyak 20.000 tersebut untuk jemaah haji reguler dengan maktab yang terbatas. 

Pada akhirnya, dengan alasan kepadatan dan keamanan, pihak Kemenag RI memutuskan untuk memasukkan kuota haji tambahan ke zona 2 yang relatif masih kosong, dengan jalur yang biasanya diperuntukan untuk jemaah haji khusus.

“Nah kemudian di situlah didorong ke zona 2, yang relatif masih kosong tapi itu beda jalur biasanya dipakai oleh haji khusus,” katanya.

Hilman mengungkap bahwa hal itu merupakan rekomendasi dari Kementerian Haji Arab Saudi pada Januari 2024, dengan tambahan 20.000 kuota itu dibagi rata antara reguler dan khusus. 

“Jadi betul ada situasi-situasi teknis, hasil kajian teknis yang kemudian kita simulasikan seperti itu (dialihkan). Jadi bukan dijual, karena Kemenag juga tidak jualan kuota,” ucapnya. 

Berdasarkan rekomendasi tersebut, Kemenag RI telah berupaya menyampaikan informasi pembagian kuota haji itu kepada Komisi VIII DPR RI.  Namun, menurut Hilman, saat itu berdekatan dengan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, sehingga penyampaian informasi tersebut tersendat. 

“Ada Undang-Undang. Ada aturan di sana, ada kesepakatan menteri di sana, jadi bukan Kementerian Agama jual ini, tidak lah,” tambahnya.

Komentar
Share19Tweet12SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Kemenag Bantah Kabar Menag Nasaruddin Umar Mengundurkan Diri

Kemenag Bantah Kabar Menag Nasaruddin Umar Mengundurkan Diri

ASPEK.ID, JAKARTA - Beredar kabar bahwa Nasaruddin Umar mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Agama. Kepala Biro Humas dan Komunikasi...

Kemenag Salurkna Rp 4,1 Triliun untuk BOS Madrasah dan BOP RA

Kemenag Salurkna Rp 4,1 Triliun untuk BOS Madrasah dan BOP RA

Jakarta - Menteri Agama RI, Prof Nasaruddin Umar, menegaskan, penyaluran dana BOS Madrasah bukan sekadar alokasi anggaran rutin pemerintah. Menurut...

Teliti Pernikahan Anak di Aceh, ASN Kemenag Ini Raih Doktor di UIN Jakarta

Teliti Pernikahan Anak di Aceh, ASN Kemenag Ini Raih Doktor di UIN Jakarta

ASPEK.ID, JAKARTA - ASN Kementerian Agama Aceh, Muhammad Nasril, Lc., M.A., resmi meraih gelar doktor bidang Pengkajian Islam di Sekolah...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In