ASPEK.ID, BOGOR – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Parungpanjang, Kabupaten Bogor, memicu banjir hingga setinggi dua meter dan merendam ratusan rumah warga.
Data dari BPBD Kabupaten Bogor mencatat, sebanyak 406 unit rumah terdampak banjir yang tersebar di sejumlah titik, dengan total 1.377 jiwa terdampak.
“Dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi yang cukup lama mengakibatkan meluapnya aliran kali Cimanceri sehingga berdampak ke pemukiman warga,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani, Minggu (5/4).
Banjir terjadi pada Sabtu (4/4) sore, dengan ketinggian air bervariasi antara 50 hingga 200 sentimeter. Kondisi tersebut sempat memaksa puluhan kepala keluarga mengungsi demi keselamatan.
“Ketinggian (banjir) kurang lebih 50-200 cm. Korban jiwa maupun luka nihil. Korban mengungsi di Puri Harmoni 8 RT 02.03 RW 10 Sekitar 60 KK mengungsi ke Mesjid Jami Al-Ikhlas. Total jiwa terdampak 1.377,” kata Adam.
Sejumlah wilayah yang terdampak cukup parah antara lain Perumahan Savana di Desa Cibunar, Desa Lebak, kawasan Grand Indonesia, hingga Perumahan Puri Harmoni 8 yang menjadi titik pengungsian warga.
Rincian dampak mencakup 80 rumah di Perumahan Savana, 53 rumah di Desa Lebak, 123 rumah di Grand Indonesia, serta 200 rumah di Puri Harmoni 8.
Meski sempat merendam permukiman, kondisi banjir kini dilaporkan berangsur surut. Warga yang sebelumnya mengungsi juga mulai kembali ke rumah masing-masing.
“Banjir dikarenakan hujan deras yang cukup lama dan Kali Cimanceri mendangkal. Perlu penanganan lebih lanjut dari pihak terkait. Untuk saat ini banjir sudah mulai berangsur surut,” kata Adam. []
























