ASPEK.ID, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami usai gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah perairan Bitung, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara. Potensi gelombang tsunami disebut bisa mencapai hingga 3 meter.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan sejumlah wilayah berstatus siaga.
“Gempa bumi ini berpotensi tsunami di wilayah Kota Ternate, Halmahera, Tidore, Bitung, dengan status siaga dengan ketinggian tsunami 0,5 hingga 3 meter,” kata Faisal dalam jumpa pers virtual, Kamis (2/4).
BMKG mencatat gelombang tsunami sudah terdeteksi di beberapa lokasi. Di Halmahera Barat, tinggi gelombang mencapai 0,3 meter, kemudian di Bitung sekitar 0,2 meter, dan di Minahasa Utara tercatat 0,75 meter.
Meski demikian, BMKG hingga kini masih mempertahankan peringatan dini tsunami.
“Saat ini tsunami masih diperkirakan berlangsung dan BMKG terus memonitor. dan kami akan memberikan press conference lanjutan dengan informasi yang lebih detail setelah peringatan tsunami dini berakhir,” ujarnya.
Gempa tersebut terjadi pada Kamis pagi pukul 05.48 WIB. Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di koordinat 1,25 lintang utara dan 126,27 bujur timur, dengan kedalaman 62 kilometer.
BMKG mengategorikan gempa ini sebagai gempa dangkal.
“Dengan perhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal,” kata Faisal.
Lebih lanjut, Faisal menjelaskan gempa dipicu aktivitas deformasi kerak bumi akibat subduksi di Laut Maluku.
“Akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi yaitu aktivitas subduksi laut Maluku. Hasils analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust vault),” ucap dia. []
























