• Latest
  • Trending

Di Atas Usia 50 Tahun Hindari 10 Kebiasaan Buruk

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

Sempat Menguat, IHSG Ditutup Anjlok 1,48% ke Level 6.405

KPK Panggil Dua Saksi Terkait Dugaan Korupsi di LPEI

KPK Panggil Dirut PT Clipan Finance Indonesia Terkait Kasus Suap Bupati Kuansing

252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

BGN Stop Sementara Pembukaan Dapur MBG Baru

HUT Jokowi Dihadiahi Surat Larangan Pakai Bank Konvensional

BSI: Tabungan Haji dan Umrah Capai 7,69 juta Rekening

Pekerja PT Pos Mengadu ke DPR, Minta Kepastian Gaji Cair 1 September

Pekerja PT Pos Mengadu ke DPR, Minta Kepastian Gaji Cair 1 September

Profesor Malaysia Dipecat Usai Klaim Orang Melayu Kuno Bisa Terbang

Profesor Malaysia Dipecat Usai Klaim Orang Melayu Kuno Bisa Terbang

NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 14 Hari

Prabowo Kucurkan Dana Rp 200 M untuk Penanganan Gempa NTT

Airlangga Pastikan Harga Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026

Konsumsi Pertalite Naik Usai Harga Pertamax Melonjak

Update Gempa NTT: 25 Orang Meninggal di Manggarai dan Manggarai Timur

Update Gempa NTT: Korban Meninggal Jadi 105 Orang

Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

KPK Periksa Kepala Kantor Bea Cukai Kediri Gatot Heroe

Biaya Perjalanan Haji 2020 Tidak Naik

Kemenhaj Buka Rekrutmen Petugas Haji 2027, Honor Bisa Capai Rp 70 Juta

Aktor Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba, Polisi Dalami Motif Pemakaian

Aktor Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba, Polisi Dalami Motif Pemakaian

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, Agustus 26, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Di Atas Usia 50 Tahun Hindari 10 Kebiasaan Buruk

by Aspek
November 25, 2021
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, LIFESTYLE, NEWS

10 kebiasaan buruk in  harus dhindari agar tetap sehat dan bugar di atas usia 50 tahun seperti dilansir dari Eat This, Rabu (24/11/2021).

1. Kurang asupan sayur dan buah

BacaJuga

Sempat Menguat, IHSG Ditutup Anjlok 1,48% ke Level 6.405

KPK Panggil Dirut PT Clipan Finance Indonesia Terkait Kasus Suap Bupati Kuansing

BGN Stop Sementara Pembukaan Dapur MBG Baru

BSI: Tabungan Haji dan Umrah Capai 7,69 juta Rekening

Pekerja PT Pos Mengadu ke DPR, Minta Kepastian Gaji Cair 1 September

Profesor Malaysia Dipecat Usai Klaim Orang Melayu Kuno Bisa Terbang

sSudah sering mendengar bahwa sayur dan buah sangat baik bagi kesehatan kita. Sayuran dan buah-buahan kaya akan antioksidan yang melawan stres oksidatif yang menyebabkan penuaan. sayuran memiliki rangkaian kaya antioksidan kuat dan fitokimia anti-inflamasi seperti polifenol dan karotenoid yang, bila dikonsumsi secara teratur, dapat memiliki dampak yang berarti pada risiko kanker dan penyakit jantung.

2. Tidak cukup tidur

Tidur adalah waktunya tubuh untuk beristirahat dan memperbaiki dirinya sendiri. Ini penting untuk kesehatan fisik, mental dan emosional. Sebuah studi tahun 2021 yang diterbitkan dalam jurnal Inggris Nature Communications menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari enam jam per malam di usia 50-an dan 70-an memiliki 30 persen peningkatan risiko demensia  kelak, terlepas dari semua faktor risiko lainnya.

3. Kurang olahraga

Ketika rutin berolahraga, bahkan setelah berusia 50 tahun, ini dapat membantu mengurangi rasa sakit dan kekakuan sendi yang sering terjadi pada usia-usia ini. Selain itu, rutin berolahraga juga dapat membuat tidak mudah lelah karena olahraga memberi sinyal mitokondria untuk menghasilkan lebih banyak energi sehingga Anda merasa tidak terlalu lelah.

4. Duduk terlalu lama dan perilaku sedentari

Duduk sepanjang hari merupakan faktor risiko independen untuk rentang hidup yang lebih pendek. Bahkan jika kita berolahraga, memiliki gaya hidup yang tidak banyak bergerak menyebabkan kematian lebih awal. Berdiri setidaknya 5 menit setiap jam  atau melakukan aktivitas lain dapat membantu Anda. Anda olahraga ringan untuk membantu memperlancar peredaran darah.

5. Kesepian

Faktor utama untuk tetap sehat dan bahagia adalah dengan menjaga hubungan dengan keluarga, teman dan kolega. Hubungan yang dalam tidak hanya membuat hidup Anda terasa lebih kaya, tetapi juga baik bagi kesehatan. Tidak peduli berapapun jumlah teman dekat atau keluarga yang miliki, merasa sangat dekat dan tetap terhubung sangat membantu Anda untuk hidup lebih lama.

 6. Kelebihan berat badan

Obesitas  dapat berdampak buruk pada usia-usia ini. Arthritis adalah kondisi umum yang sering dijumpai saat seseorang kelebihan berat badan. Namun tidak hanya itu, obesitas juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Jadi, pastikan agar berat badan Anda berada pada batas normal.

7. Ikuti tren kesehatan

Kita mungkin sering menjumpai iklan suplemen atau zat tambahan lain dan alat-alat kesehatan yang diklaim dapat meningkatkan kesehatan Anda. Meskipun tampaknya menjanjikan dan pada akhirnya menjadi tren, ini bukanlah ide yang baik.

8.Tidak Rutin Skrining

 Terutama di usia 50-an dapat membantu mengetahui masalah lebih awal sehingga mereka lebih mudah untuk ditangani. Kebanyakan orang tahu ini, tetapi mereka masih berharap jika mereka tidak tahu, maka tidak ada hal buruk yang akan terjadi.

9. Makan gula terlalu banyak

Semakin tua, semakin banyak gula yang disimpan sebagai lemak sehingga menyebabkan lebih banyak peradangan. Ini dapat membuat kulit menua, menyebabkan penambahan berat badan berlebih, berkontribusi pada nyeri sendi, dan bahkan dapat menempatkan Anda pada risiko lebih besar untuk penyakit kronis seperti diabetes, obesitas, penyakit jantung, dan kanker.

10. Kurangi karbohidrat untuk menurunkan berat badan

Diet rendah karbohidrat dapat membantu menurunkan berat badan. Tetapi, ini juga dapat meningkatkan faktor risiko untuk banyak penyakit yang disebut penuaan seperti penyakit jantung, diabetes, obesitas, kanker, dan autoimunitas.

Komentar
Share26Tweet17SendShareShare5Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

85% Pekerja Profesional Indonesia Cari Kerja Baru di 2024

Gejala Demensia Bisa Muncul di Usia 40

ASPEK.ID, JAKARTA – Dokter spesialis saraf, dr Sendjaja Muljadi mengatakan anggapan penurunan fungsi kognitif baru terjadi pada usia 60 tahun...

Pensiun Tak Cukup Biayai Hidup, Lansia  Terus Bekerja

Pensiun Tak Cukup Biayai Hidup, Lansia  Terus Bekerja

Jakarta- Banyak lansia di Korea Selatan (Korsel) masih bekerja setelah usia pensiun lantaran tekanan keuangan yang tinggi. Pemerintah Korea Selatan...

Survei: 64% Warga Indonesia Khawatir di Hari Tua

5 Alasan Alzheimer Berisiko pada Lansia

Alzheimer adalah penyakit neurodegeneratif yang mempengaruhi otak, khususnya yang mengendalikan fungsi kognitif, termasuk memori, pemikiran, dan perilaku. Menurut informasi dari...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In