Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Mendagri Tito Karnavian menjadi Ketua Satgas Rehabilitasi Pascabencana.
Sebagai pemimpin satgas, Tito akan berfokus pada bencana di Sumatera yakni di 52 kabupaten/kota yang tersebar di 3 provinsi.
Dalam memimpin satgas ini, Tito Karnavian akan didampingi Kepala Staf Umum TNI Letjen Richard Tampubolon.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan anggaran Satgas akan terpisah dari Badan Nasional Lenanggulangan Bencana (BNPB).
Prasetyo mengatakan anggaran Satgas termasuk dalam dana rehabilitasi dan rekonstruksi Sumatera dari pemerintah, diperkirakan sebesar Rp 60 triliun.
Dia berujar anggaran tersebut akan digunakan untuk perbaikan jalan, jembatan putus, hingga fasilitas pendidikan dan kesehatan. Selain itu, dana itu juga bisa dipakai untuk ganti rugi petani yang gagal panen karena lahannya tertimbun lumpur banjir.
Angka Rp 60 triliun, kata Prasetyo, merupakan perkiraan dana yang diperlukan untuk memulihkan seluruh wilayah terdampak bencana Sumatera di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Angka itu masih bisa berubah.
Menurut Prasetyo, Tito menjadi ketua Satgas karena kapasitasnya sebagai Menteri Dalam Negeri. Posisi itu dianggap strategis untuk mengkoordinasikan pemulihan bencana.
“Bapak Presiden memiliki pertimbangan dan meyakini bahwa di bawah Mendagri dapat dikoordinasikan lebih baik,” ucap Prasetyo.
Prasetyo menyebut belum ada target kerja khusus untuk Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana. “Tidak ada, kalau target secepat-cepatnya tahapan sudah ada, untuk prioritas pertama tentunya adalah sesegera mungkin dibangun sebanyak-banyaknya hunian-hunian bagi saudara kita yang sekarang masih ada di pengungsian,” tuturnya.
























