• Latest
  • Trending

Dirut Krakatau Steel Beberkan Cara Asing Jajah Industri Baja RI

Alasan Investor Global Lirik RI

Jurus 3S Agar Pekerja Muda Tidak Terdisrupsi AI

Aneka Tambang Cetak Laba Bersih Rp6,91 Triliun Semester I/2026

Aneka Tambang Cetak Laba Bersih Rp6,91 Triliun Semester I/2026

Atjeh Connection Foundation Terobos Daerah Terisolir di Peunaron-Lokop Aceh Timur

MK: Jumlah Korban Indikator Utama Penetapan Status Bencana Nasional

Enam Dokter Internship Meninggal Dunia Sepanjang 2026, Ini Daftarnya

Menkes: Indonesia Butuh 30 Ribu dokter Spesialias, yang ada Hanya 2.700/Tahun 30.000

Prabowo Usul Bentuk Pengadilan Ad Hoc Usut BUMN Bermasalah di Masa Lalu

Prabowo Jadi Tamu Asing Utama Eastern Economic Forum 2026 di Rusia

Pukat UGM Kritis RUU Perampasan Aset

Pukat UGM Kritis RUU Perampasan Aset

Gempa M7,7 Guncang NTT, Dua Warg Meninggal Dunia di Sikka

Wamenkes: Relawan Medis di Gempa NTT Diberi Rp 350.000/Hari

Pelindo Marine Ajak Anak Kenjeran Belajar Lingkungan dan Kapal Tunda

Pelindo Marine Ajak Anak Kenjeran Belajar Lingkungan dan Kapal Tunda

Kamis Pagi, Kualitas udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia

Rosan: Realisasi Investasi Nasional di Jakarta Nomor 1 di RI

252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

Bos MBG Siapkan Skema Baru Insentif SPPG Rp 6 Juta per Hari

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Geledah Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor

Pengamanan Demo 27 Agustus di DPR Dibagi 6 Zona

Polisi Tangkap 322 Terduga Perusuh Usai Aksi di DPR

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Sabtu, Agustus 29, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Dirut Krakatau Steel Beberkan Cara Asing Jajah Industri Baja RI

by REDAKSI
September 5, 2019
in BUMN

ASPEK.ID, JAKARTA – Direktur Utama Krakatau Steel Tbk, Silmy Karim, menyuarakan berbagai masalah soal industri baja Indonesia serta investasi asing.

Silmy berkata ruang berkembang industri baja di Indonesia sangat besar mengingat masih rendahnya konsumsi baja per kapita yakni 52 kg per tahun.

Namun, kondisi KS kini sedang restrukturisasi akibat besarnya utang dan kondisi keuangan juga merugi Rp 1,9 triliun di semester I 2019. Silmy pun mengingatkan bahwa kejatuhan KS bisa dieksploitasi oleh asing.

BacaJuga

Pelindo Marine Ajak Anak Kenjeran Belajar Lingkungan dan Kapal Tunda

Danantara Bakal Setor Dividen Rp 120 Triliun ke Kas Negara Tahun Ini

Danantara Dukung KPR Rp 50 T pada 2026

Pertamina Salurkan Makanan dan Obat ke Pelosok NTT

Garuda Terapkan Sistem Bagasi Berbasis Koli, Berat Koper tak Bisa Lagi Diakumulasi

Pekerja PT Pos Mengadu ke DPR, Minta Kepastian Gaji Cair 1 September

“Kita juga jangan underestimate asing. Asing itu hajar dulu industrinya, ketika industri mati, seperti baja mulai agak sempoyongan karena utilisasinya rendah, akhirnya dia masuk dengan investasi, di karpet merah pula. Ya habis itu,” ujar Silmy di seminar nasional peningkatan interlinkage antar sektor bersama Bank Indonesia dan Kementerian Perindustrian seperti dilansir dari Liputan 6.

Silmy juga mengingatkan bahaya investasi teknologi rendah yang justru merusak lingkungan, sebab negara lain seperti China justru sedang menekan emisi. Tetapi, Silmy tak sepenuhnya anti-investasi asing dan berkata akan menandatangani investasi dengan Posco usai restrukturisasi.

Penandatangan itu dilakukan pada November mendatang. KS berencana menandatangani investasi 10 juta ton dengan Posco di Cilegon bersamaan dengan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Korea Selatan.

Lebih lanjut, Silmy berkata Krakatau Steel tidak membutuhkan proteksi yang berlebihan, tetapi hanya fair play melawan baja impor. Pasalnya, Silmy menyebut ada importir yang mengakali sistem HS Code sehingga terbebas dari biaya masuk.

Ia menyebhtkan, saat ini importir ngakalin HS code sehingga mereka terbebas dari biaya masuk yang akhirnya bisa kelihatan sendiri bahwa impor alloy steel itu meningkat.

Komentar
Share13Tweet8SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Alasan Investor Global Lirik RI

Jurus 3S Agar Pekerja Muda Tidak Terdisrupsi AI

    ASPEK.ID, JAKARTA -  Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan strategi upskilling, reskilling, dan cross-skilling atau strategi triple skilling (3S) untuk...

Aneka Tambang Cetak Laba Bersih Rp6,91 Triliun Semester I/2026

Aneka Tambang Cetak Laba Bersih Rp6,91 Triliun Semester I/2026

    ASPEK.ID, JAKARTA - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik...

Atjeh Connection Foundation Terobos Daerah Terisolir di Peunaron-Lokop Aceh Timur

MK: Jumlah Korban Indikator Utama Penetapan Status Bencana Nasional

ASPEK.ID, JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian Permohonan Nomor 261/PUU-XXIII/2025 mengenai pengujian materi Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2007...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In