ASPEK.ID, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data pertumbuhan ekonomi yang dilihat dari PDB kuartal III-2020 pukul 11:00 WIB, Kamis (5/11/2020).
BPS sudah mengumumkan terjadinya kontraksi ekonomi yang dalam di kuartal II-2020. Pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2020 anjlok -5,32% dibandingkan pada kuartal II-2019 lalu (year on year).
Sementara itu, secara kuartalan atau dari kuartal I-2020 ke kuartal II-2020 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi -4,19% (QtQ).
“Covid-19 membawa dampak yang luar biasa buruknya. Menciptakan efek domino dari masalah kesehatan menjadi masalah sosial-ekonomi dampaknya menghantam seluruh lapisan masyarakat. Rumah tangga, UMKM, sampai korporasi,” kata Suhariyanto, Kepala BPS.
Setelah mengalami kontraksi (tumbuh negatif) 5,32% year-on-year (YoY), di kuartal III-2020 juga diprediksi mengalami hal yang sama, sehingga Indonesia disahkan mengalami resesi hari ini, tetapi seberapa besar kontraksi ekonomi yang masih menjadi misteri.
Secara umum, suatu negara dikatakan mengalami resesi jika mengalami kontraksi PDB dalam dua kuartal beruntun secara year-on-year.





















