• Latest
  • Trending
Alasan Kendaraan Listrik Dapat Tarif Bea Masuk Nol Persen

Industri Manufaktur Tetap Ekspansif Meski Diterjang Omicron

Ini Program Prioritas Rosan Roeslani Wamen BUMN

Investasi Masif Danantara Bakal Kurangi Porsi Modal Asing ke RI Tahun Ini

Kasus Depresi Tentara Israel Naik 40%, Banyak yang Coba Bunuh Diri

Kasus Depresi Tentara Israel Naik 40%, Banyak yang Coba Bunuh Diri

Enam Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera Digugat Rp 4,8 Triliun

Enam Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera Digugat Rp 4,8 Triliun

Eksplorasi di Blok Rokan Berbuah Hasil, Pertamina Konfirmasi Hidrokarbon di Sumur MTH-001

Eksplorasi di Blok Rokan Berbuah Hasil, Pertamina Konfirmasi Hidrokarbon di Sumur MTH-001

Gibran Hadiri Pernikahan Sepupu di Solo, Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah

Gibran Hadiri Pernikahan Sepupu di Solo, Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah

KPK Panggil Dua Saksi Terkait Dugaan Korupsi di LPEI

KPK Telusuri Pemberi Suap Logam Mulia Rp 3,42 Miliar ke Pejabat Pajak

Cara Lengkap Aktivasi Akun Coretax buat Lapor SPT

Cara Lengkap Aktivasi Akun Coretax buat Lapor SPT

Wakil Ketua dan Anggota DPRD OKU Didakwa Terima Suap Rp 3,7 Miliar

Wakil Ketua dan Anggota DPRD OKU Didakwa Terima Suap Rp 3,7 Miliar

Dituntut Mati, Nasib Mantan Presiden Korsel di Tangan Hakim Ini

Dituntut Mati, Nasib Mantan Presiden Korsel di Tangan Hakim Ini

Polisi Ungkap Jual Beli Bayi Baru Lahir, Harga Tertinggi Rp25 Juta

Polisi Ungkap Jual Beli Bayi Baru Lahir, Harga Tertinggi Rp25 Juta

Enam Calon Petugas Haji Dipulangkan karena tidak Jujur

Enam Calon Petugas Haji Dipulangkan karena tidak Jujur

Persiraja Larang Suporter PSMS Medan Datang ke Aceh, Ini Alasannya

Persiraja Larang Suporter PSMS Medan Datang ke Aceh, Ini Alasannya

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Jumat, Januari 16, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Industri Manufaktur Tetap Ekspansif Meski Diterjang Omicron

by Zamzami Ali
Maret 7, 2022
in EKONOMI
Alasan Kendaraan Listrik Dapat Tarif Bea Masuk Nol Persen

Pabrik mobil di Karawang, Jawa Barat. [Foto: Kemenkeu]

HS Markit kembali mengeluarkan rilis mengenai Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia periode Februari 2022. Untuk kali ini, lembaga itu hanya memberikan indeks berada di level 51,20.

Bila melihat hasil indeks PMI Manufaktur itu di level 51,20, angka itu tentu harus membuat pelaku usaha lebih waspada. Pasalnya, seperti disampaikan IHS Markit, masalah pandemi Covid-19 masih membayangi pemulihan ekonomi. Begitu juga sekarang, di tengah adanya risiko lonjakan harga bahan baku akibat kenaikan inflasi di sejumlah negara.

Memanasnya konflik Rusia-Ukraina juga bisa berdampak buruk ke sektor komoditas, khususnya energi yang bisa merembet ke sektor industri. Tak ayal, hal itu membuat pelaku industri khususnya sektor manufaktur tak leluasa menggeber ekspansi.

BacaJuga

Investasi Masif Danantara Bakal Kurangi Porsi Modal Asing ke RI Tahun Ini

Eksplorasi di Blok Rokan Berbuah Hasil, Pertamina Konfirmasi Hidrokarbon di Sumur MTH-001

Perusahaan Geothermal AS Jadi Pemenang Lelang WKP Telaga Ranu

Realisasi Investasi RI Sepanjang 2025 Lampaui Target, Capai Rp 1.931 Triliun

Jabar Mau Lepas Saham Bandara Kertajati ke Pemerintah Pusat

Defisit APBN akan Terus Dijaga di Bawah 3 Persen

Advertisement. Scroll to continue reading.

Faktanya, menurut IHS Markit, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Februari 2022 hanya sebesar 51,2 yang merupakan angka terendah dalam enam bulan terakhir. Menurut IHS Markit, kelesuan sektor manufaktur salah satunya dipicu oleh kenaikan kasus varian Omicron Covid-19.

Adanya pembatasan ruang gerak pelaku usaha menyusul pengendalian mobilitas masyarakat, berimplikasi pada tertahannya laju konsumsi. Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pun yang dirilis pada Selasa (1/3/2022) sudah memberikan sinyal yang tidak bagus berkaitan pemulihan ekonomi.

Lembaga itu dalam laporannya sebagaimana dialnsir dari Indonesia.go.id menyebutkan untuk pertama kalinya sejak September 2021, indeks harga konsumen (IHK) mencatatkan deflasi pada bulan lalu.

Level tersebut adalah yang terendah sejak Agustus 2021 (43,70) atau dalam enam bulan terakhir. Kendati demikian, PMI Manufaktur Indonesia masih berada dalam fase ekspansif selama enam bulan berturut-turut. Ini tentu menjadi intropeksi bagi pelaku usaha agar tetap menjaganya bahkan menggenjotnya lebih baik lagi ke depannya.

Sebagai informasi, PMI Manufafktur Indonesia berada di atas angka 50 sejak September 2021 dan PMI Manufaktur Indonesia tercatat pernah mencapai rekor tertingginya pada Oktober 2021 (57,2). Pada Januari 2022, PMI Manufaktur Indonesia berada di level 53,7.

Pertanyaan selanjutnya, kenapa selama periode Februari 2022 PMI Manufaktur melemah? IHS Markit dalam laporannya menyebutkan penyebab melambatnya PMI Manufaktur Indonesia adalah melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia. Kenaikan tersebut menurunkan permintaan pekerjaan baru dan produksi.

Sebagai catatan, kasus Covid-19 di Indonesia mulai menanjak di akhir Januari dan melonjak tajam selama Februari. Pada 16 Februari 2022, kasus Covid-19 di Indonesia bahkan mencapai 64.718, atau menjadi rekor tertinggi selama pandemi.

“Produksi manufaktur terus berekspansi, namun tingkat pertumbuhannya berkurang banyak pada Februari karena infeksi Covid-19 kembali naik dan kenaikan biaya input berdampak pada output,” tutur IHS Markit dalam laporannya, Selasa (1/3/2022).

IHS Markit juga mengatakan, perusahaan ragu-ragu untuk membangun inventori. Namun, sektor ketenagakerjaan dan aktivitas pembelian bertahan relatif tangguh dan kinerja pemasok membaik. “Tekanan harga secara keseluruhan berkurang selama Februari,” sebut IHS Markit.

Direktur Asosiasi Ekonom IHS Markit Jingyi Pan dalam keterangan resmi menjelaskan gelombang ketiga pandemi Covid-19 menjadi beban baru bagi pelaku industri di tengah pemulihan ekonomi. Hal itu membuat pebisnis lebih berhati-hati dalam mengelola pasokan sejalan dengan prospek melambatnya permintaan di pasar.

Adapun, dari segi harga, baik biaya input maupun output terus menanjak pada kisaran yang melampaui rata-rata jangka panjang. Kenaikan harga bahan baku pun terjadi secara luas di seluruh sektor manufaktur, yang seringkali dibebankan kepada pelanggan. “Perusahaan secara umum bertahan positif, dengan harapan situasi Covid-19 akan stabil.”

Merespons situasi tersebut, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Industri Bobby Gafur Umar mengatakan, kenaikan harga bahan baku terkerek oleh lonjakan inflasi di sejumlah negara maju. Menurutnya, kondisi itu secara langsung maupun tidak langsung berdampak ke bahan baku, mesin-mesin, atau teknologi dari luar negeri akan naik.

Dia menambahkan, kerikil yang mengganjal langkah pelaku usaha kian besar, lantaran perang antara Rusia dan Ukraina berlarut. Kondisi ini berisiko memicu lonjakan harga energi yang memiliki imbas cukup besar pada perekonomian.

Sanksi yang diberikan sejumlah negara terhadap Rusia juga berpeluang menjadi titik panas baru ketidakseimbangan rantai pasok dan logistik dunia. Bobby berharap, pemerintah menelurkan kebijakan subsidi untuk mengatasi kenaikan biaya energi yang berkelanjutan, terutama untuk sektor industri. “Harga Pertamax sudah naik, pasti faktor logistik juga akan naik.”

Dari konteks di atas, pemerintah memang harus mewaspadai dan terus memonitor dampak berkepanjangan konflik Rusia-Ukraina terhadap kelangsungan industri. Konflik itu harus diakui akan berdampak pada kenaikan biaya energi seperti minyak dan gas. Yang patut diwaspadai Indonesia adalah negara ini akan mengalami lonjakan inflasi kendati pada bulan lalu mencatatkan deflasi.

Hal ini disebabkan oleh sejumlah faktor, di antaranya, perang Ukraina-Rusia yang berisiko mengerek harga minyak lebih tinggi, serta pasokan komoditas pangan yang mendesak untuk dikendalikan. Pasalnya, tekanan dari sisi penawaran juga cenderung meningkat karena inflasi Indeks Harga Produsen (IHP) dan Indeks Harga Grosir sudah berada di atas inflasi IHK.

Tekanan lainnya adalah kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10 persen menjadi 11 persen per 1 April 2022. Normalisasi harga yang diatur pemerintah, termasuk kenaikan biaya transportasi, dan cukai tembakau turut memengaruhi inflasi tahun ini.

Mengomentari laporan HIS Markit, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu optimistis pelaku industri mampu melewati gelombang ketiga dengan lebih solid. Optimisme itu berkaca pada gelombang kedua tahun lalu yang menggerus PMI Manufaktur hingga ke level kontraktif. Adapun pada gelombang ketiga, kendati turun, PMI Manufaktur masih berada di zona ekspansif.

Harapannya, laporan IHS Markit menjadi pemicu bagi pelaku usaha untuk menggenjot mesin produksinya lebih kencang lagi sehingga industri manufaktur nasional bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Komentar
Share32Tweet20SendShareShare6Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Awal Tahun, Penjualan Mobil Turun 2,6 Persen

Insentif Pajak Mobil Baru Mampu Dongkrak Pertumbuhan Manufaktur

Insentif diskon pajak penjualan atas barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM DTP) kendaraan roda empat terbukti mampu memberikan stimulus bagi peningkatan...

Imbas PSBB, Aktivitas Manufaktur Indonesia Turun

Lampaui Tiongkok dan Korsel, PMI Manufaktur Indonesia Meningkat Jadi 53,7

Industri pengolahan nonmigas di tanah air masih menunjukkan geliatnya pada awal tahun 2022. Hal ini ditandai dari hasil Purchasing Managers’ Index (PMI)...

PMI Manufaktur Juni Turun, Masih di Zona Ekspansif

PMI Manufaktur Juni Turun, Masih di Zona Ekspansif

ASPEK.ID, JAKARTA - Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia Bulan Juni 2021 masih berada di zona ekspansif pada angka 53,5,...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

Profil Harry Budi Sidharta yang Kini Jadi Wakil Direktur Utama PT Timah

Profil Harry Budi Sidharta yang Kini Jadi Wakil Direktur Utama PT Timah

Persiraja Larang Suporter PSMS Medan Datang ke Aceh, Ini Alasannya

Persiraja Larang Suporter PSMS Medan Datang ke Aceh, Ini Alasannya

Ini Program Prioritas Rosan Roeslani Wamen BUMN

Investasi Masif Danantara Bakal Kurangi Porsi Modal Asing ke RI Tahun Ini

Kasus Depresi Tentara Israel Naik 40%, Banyak yang Coba Bunuh Diri

Kasus Depresi Tentara Israel Naik 40%, Banyak yang Coba Bunuh Diri

Enam Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera Digugat Rp 4,8 Triliun

Enam Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera Digugat Rp 4,8 Triliun

Eksplorasi di Blok Rokan Berbuah Hasil, Pertamina Konfirmasi Hidrokarbon di Sumur MTH-001

Eksplorasi di Blok Rokan Berbuah Hasil, Pertamina Konfirmasi Hidrokarbon di Sumur MTH-001

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In