Rumput liar yang selama ini kerap dianggap tidak berguna, ternyata dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan jika dimanfaatkan dengan tepat. Di tangan seorang pemuda asal Kabupaten Sleman, Yogyakarta, rumput liar justru disulap menjadi peluang usaha yang mampu menghasilkan jutaan rupiah setiap bulan.
Pemuda tersebut bernama Riyang Jati, warga Dusun Mendulan, Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Moyudan, Sleman. Ia memanfaatkan rumput liar yang tumbuh di sekitar lingkungannya untuk dijual sebagai pakan ternak. Usaha ini terbilang unik karena nyaris tidak membutuhkan modal, tetapi permintaannya terus meningkat.
Riyang mengawali usaha jualan rumput secara daring melalui media sosial setelah melihat potensi lahan keluarga yang selama ini tidak produktif. Sawah yang kerap gagal panen justru dimanfaatkan sebagai area tumbuh rumput yang kemudian dikelola menjadi bank pakan ternak.
Berawal dari aktivitas sederhana, pemuda berusia 26 tahun ini kini rutin mencari rumput setiap hari, sejak pagi hingga sore. Rumput yang telah dikumpulkan kemudian difoto dan ditawarkan melalui media sosial kepada para peternak yang membutuhkan pakan ternak berkualitas.
“Awalnya saya kerja serabutan, lalu ada sawah milik keluarga yang selalu gagal panen, lalu saya berifikir untuk tempat pelihara rumput jadi bank pakan, tetapi produksinya berlebih sehingga dijual dan ternyata peminatnya banyak sekali,” kata Riyang Jati, penjual rumput online, dilansir dari Beritasatu.com, Sabtu (16/1).
Seiring berjalannya waktu, bisnis jualan rumput ini semakin berkembang. Pembelinya tidak hanya berasal dari wilayah Yogyakarta, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Para peternak mengaku terbantu dengan pasokan rumput yang stabil, terutama saat sulit mencari pakan ternak.
Salah seorang pembeli, Suharjana mengaku telah menjadi pelanggan sejak awal Riyang membuka usaha tersebut.
“Beli buat makanan kambing. Sudah langganan di sini sejak awal jualan, kualitasnya bagus, untuk ternak bikin sehat, harganya juga murah,” ujar Suharjana.
Dalam pemasarannya, Riyang menjual rumput dalam beberapa pilihan kemasan. Satu karung rumput dengan berat sekitar 25 kilogram dibanderol seharga Rp 25.000, sedangkan karung jumbo dengan berat 30 kilogram dijual seharga Rp 40.000. Dalam sehari, ia mampu menjual enam hingga delapan karung rumput.
Jika permintaan meningkat, Riyang turut mengajak teman-temannya yang belum memiliki pekerjaan untuk ikut mencari rumput. Selain menambah pasokan, langkah ini juga membuka peluang penghasilan bagi pemuda lain di sekitarnya.
Kisah Riyang Jati menjadi bukti bahwa peluang usaha bisa datang dari hal-hal sederhana. Dengan kreativitas dan pemanfaatan teknologi, rumput liar yang kerap diabaikan justru mampu menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. []
























