ASPEK.ID, JAKARTA – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) merealisasikan investasi sebesar 105 juta dolar Amerika Serikat (AS) di Wilayah Kerja (WK) Blok Mahakam.
Pengumuman dimulainya pekerjaan dilakukan melalui penandatanganan kontrak Engineering, Procurement, Supply, Construction and Commissioning (EPSCC) dengan PT Meindo Elang Indah (MEI) di Jakarta, Senin (27/7).
Ini menandai dimulainya pekerjaan konstruksi 3 anjungan lepas pantai untuk Lapangan Sisi, Nubi di Delta Sungai Mahakam dan South Mahakam di lepas pantai Balikpapan, Kalimantan Timur.
“Saat ketiga anjungan selesai, kontribusi dari ketiga anjungan ini diharapkan akan mencapai 120 Million Metrik Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD),” kata Pelaksana Tugas Harian Direktur Utama PHM, Danar Dodjoadhi dalam keterangannya, Selasa (28/7).
Dikatakannya, pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya memenuhi target produksi migas pemerintah sebesar 1 juta barel per hari pada 2030 mendatang.
Pekerjaan dengan durasi 18 bulan ini juga berkomitmen menggunakan sedikitnya 51,2 persen produksi dalam negeri (TKDN).
Sementar itu Direktur Utama Pertamina Hulu Indonesia (PHI), induk dari PHM, Chalid Said Salim menyampaikan kegembiraannya karena pemenang kontrak ini adalah perusahaan dalam negeri.
“Hal ini penting untuk meningkatkan kapasitas perusahaan nasional agar memiliki kemampuan tidak hanya di kancah nasional namun juga global,” kata Salim.
Proyek ini juga diharapkan dapat memberikan efek berganda kepada penyedia jasa dan tenaga kerja nasional yang menurut rencana akan mencapai 2,3 juta jam kerja.
“Kami juga memberikan apresiasi kepada PHM yang dapat melaksanakan proses tender ini secara tepat waktu yaitu selama 88 hari,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas Sulistya Hastuti Wahyu.
Selain itu, apresiasi juga diberikan oleh SKK Migas kepada PHM karena mampu membuat potensi penghematan hingga 17,6 juta dolar AS dari perkiraan nilai kontrak yang disampaikan kepada SKK Migas.























