ASPEK.ID, JAKARTA – Danantara Indonesia menetapkan perusahaan asal China, Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd., sebagai mitra pengelola proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Waste-to-Energy (WtE) di wilayah Bogor Raya.
Penetapan mitra tersebut dilakukan setelah melalui proses seleksi yang komprehensif dan disiplin, sebagaimana diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengatakan kerja sama ini menjadi langkah penting dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Menurutnya, proyek ini tidak hanya berfokus pada produksi energi, tetapi juga memastikan tata kelola yang baik serta penerapan standar operasional yang tinggi.
“Perusahaan yang terpilih diharapkan mampu menjaga kinerja operasional secara konsisten, mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat di sekitar lokasi proyek,” ujar Pandu dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/3).
Ia menjelaskan, pembangunan fasilitas WtE di Bogor Raya akan mengedepankan keandalan operasional sekaligus pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab. Selain itu, proyek ini juga diharapkan membuka ruang kolaborasi dan transfer teknologi dengan para pemangku kepentingan di dalam negeri.
Pandu menegaskan, dalam menjalankan mandat investasinya, Danantara tetap menempatkan prinsip tata kelola yang kuat sebagai prioritas utama. Seluruh tahapan implementasi proyek akan dijalankan secara transparan dengan mempertimbangkan berbagai aspek mitigasi risiko.
Melalui proyek ini, Danantara juga ingin mendorong pengembangan solusi pengelolaan sampah terpadu yang tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. []
























