• Latest
  • Trending
Pinjaman Gelap China Bebani Ekonomi Negara Berkembang

Pinjaman Gelap China Bebani Ekonomi Negara Berkembang

Polisi Duga Pegolf Jesslyn Dibawa ke Malaysia Usai Diduga Diculik

Polisi Duga Pegolf Jesslyn Dibawa ke Malaysia Usai Diduga Diculik

BGN Perkenalkan 5 Pejabat Baru, Ketut Sumedana Jadi Deputi Pengawasan

BGN Perkenalkan 5 Pejabat Baru, Ketut Sumedana Jadi Deputi Pengawasan

Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

KPK Sita Bukti Rp 9 M Saat OTT Bupati Lombok Barat, Termasuk Alphard

Polda NTB Tangkap Kasat Narkoba Polres Bima

Polisi Ringkus 4 Pelaku Pembunuhan Prajurit TNI di Tangerang Selatan

DPR Minta Kejagung Serius Tangani Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan Rp22 T

DPR Tetapkan Anggota Ombudsman Pengganti Hery Susanto

Negeri yang Ingin Pintar, Tapi Bukunya Masih Dipajaki

Negeri yang Ingin Pintar, Tapi Bukunya Masih Dipajaki

Densus 88 Kembali Tangkap Terduga Teroris

Densus 88 Ringkus Terduga Teroris di Ciamis

Dampak El Nino Bagi Kesehatan

14 Daerah di Jawa Timur Tetapkan Status Darurat Kekeringan

PAN Pecat Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini usai Terjaring OTT KPK

PAN Pecat Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini usai Terjaring OTT KPK

Rapat Paripurna DPR Setujui 9 Anggota KPI Pusat Periode 2026-2029

Rapat Paripurna DPR Setujui 9 Anggota KPI Pusat Periode 2026-2029

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Tetapkan Tersangka dalam OTT Bupati Lombok Barat

Andy Burnham Dilantik Jadi PM Inggris, Siapkan Model Ekonomi Baru

Andy Burnham Dilantik Jadi PM Inggris, Siapkan Model Ekonomi Baru

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, Juli 22, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Pinjaman Gelap China Bebani Ekonomi Negara Berkembang

by Zamzami Ali
April 6, 2021
in EKONOMI
Pinjaman Gelap China Bebani Ekonomi Negara Berkembang

Pelabuhan Internasional Hambantota, Sri Lanka, adalah salah satu proyek infrastruktur terbesar yang dibiayai China.

ASPEK.ID, JAKARTA – China adalah salah satu kreditur terbesar dan kerap menjadi tumpuan bagi negara berkembang. Tidak hanya itu, China kini juga dianggap saingan Amerika Serikat (AS) dalam bidang ekonomi.

Dalam meminjamkan uang, Beijing menetapkan kondisi khusus yang membuka peluang campur tangan terhadap kebijakan keuangan dan luar negeri di negara yang bersangkutan.

Kesimpulan itu dirilis oleh Institute for the World Economi (IfW) di Kiel, Jerman sebagaiamana dilansir laman DW, pada pertengahan pekan ini.

BacaJuga

Resmi Dibangun, Blok Masela Bisa Hasilkan 9,5 Juta Ton LNG per Tahun

Prabowo Resmikan Groundbreaking Proyek Gas Masela Rp355 Triliun Hari Ini

Pertamina Pangkas Harga Bright Gas, Ini Daftar Tarif Terbarunya

Amran Cerita Bill Clinton Bahas Kopi Gayo saat Bertemu di Luar Negeri

Hutama Karya Tambah Komisaris

Cerita Bahlil Saat Negosiasi Minyak dengan Afrika: Dikira Satu Keluarga

Penelitian itu menganalisis sekitar 100 perjanjian utang yang dibuat China dengan 24 negara.  Studi ini adalah analisis sistematis pertama terhadap praktik pemberian kredit luar negeri bersyarat.

Kontrak perjanjian biasanya “menggunakan desain kreatif untuk mengelola risiko kredit dan menembus hambatan hukum,” tulis IfW, yang menilai China sebagai “kreditur yang berotot dan komersial di dunia berkembang.” 

Kebanyakan arus kredit dikucurkan untuk membiayai proyek infrastruktur, yang terhubung dengan jaringan Belt and Road Iniative, sebuah proyek infrastruktur raksasa yang menghubungkan China dengan 60 negara di dunia.

Pinjaman Disertai Sumpah Kerahasiaan

Dalam perjanjian kredit, disebutkan peneliti, bank-bank China menggunakan persyaratan yang “melebihi batas komersial”. Syarat-syarat itu bisa menggandakan pengaruh kreditur terhadap kebijakan ekonomi dan luar negeri debitur.

Lebih dari 90% perjanjian utang China mencantumkan klausul yang mengizinkan kreditur membatalkan kontrak dan menuntut pelunasan utang, jika terdapat perubahan signifikan dalam kebijakan hukum atau politik di negara peminjam.

Meski klausul perubahan politik tergolong lumrah dalam kontrak kredit, para peneliti menilai situasinya menjadi genting ketika pemberi pinjaman adalah aktor negara, bukan perusahaan swasta yang tunduk pada regulasi keuangan.

Kontrak-kontrak itu juga mengandung “klausul kerahasiaan dengan cakupan luas dan tidak lazim,” tulis para peneliti.

“Kebanyakan kontrak itu mengandung atau mencantumkan janji debitur untuk merahasiakan perjanjian. Warga di negara peminjam tidak bisa mengawasi pemerintahnya dalam perjanjian utang rahasia.”

Dalam perjanjian itu, China bisa membatalkan kontrak jika tidak setuju dengan kebijakan politik negara peminjam, atau dalam kasus memburuknya hubungan diplomasi. 

Studi itu juga menemukan bahwa 30% kontrak utang China mensyaratkan negara peminjam untuk menyimpan uang jaminan di bank milik pemerintah China.

Bias anti-China?

Praktik pinjaman gelap dari China dikhawatirkan akan marak menyusul krisis ekonomi yang dipicu pandemi corona. Negara-negara miskin akan terpaksa mengambil kredit bermasalah demi menyelamatkan perekonomian.

“Mengingat risiko yang besar, syarat dan kondisi kontrak utang China menjadi kepentingan dunia internasional,” demikian lanjut para peneliti.

Tapi tidak semua menyetujui anggapan bahwa Beijing adalah kreditur lalim. “Narasi ‘diplomasi jebakan utang’ menggambarkan China sebagai kreditur yang jahat dan negara seperti Sri Lanka sebagai korban,” tulis Deborah Bräutigam dari Johns Hopkins University dan Meg Rithmire dari Harvard Business School, dalam sebuah artikel untuk The Atlantic.

Menurut kedua guru besar ilmu politik itu, pinjaman sering kali bersifat mendesak bagi negara berkembang. Mereka mencontohkan Sri Lanka yang meminjam uang dari Cina untuk membenahi pelabuhan internasionalnya yang sudah usang. 

“Ekspansi Cina ke luar negeri, serupa dengan program pembangunan domestiknya, lebih bersifat uji coba dan eksperimental, sebuah proses pembelajaran yang ditandai dengan koreksi yang konstan dilakukan.”

Kasus Pelabuhan Internasional Hambantota, Sri Lanka

DIketahui, Sri Lanka terpaksa menjual pelabuhan strategisnya, Hambantota karena tidak mampu membayar utang ke China yang membiayai proyek pelabuhan itu melalui bantuan utang sebesar 1,5 miliar USD (Rp21 triliun).

Pada 2010 China memberikan bantuan utang AS$1,5 miliar. untuk proyek tersebut.

Proyek ditangani langsung oleh China Harbor Engineering Company pada 2010. Pelabuhan Hambantota berada di lintasan jalur pelayaran strategis dunia, dilewati puluhan ribu kapal tiap tahunnya.

Namun, karena salah urus dan gagal mengembangkan diri, Hambantota hanya disinggahi 12 kapal internasional sepanjang 2012.

Beberapa proyek lain Sri Lanka yang diberi kucuran kredit oleh China juga mengalami hal serupa. Gagal berkembang sehingga tak bisa menghasilkan pendapatan seperti perkiraan semula.

Pada Januari 2015, Rajapaksa digantikan Maithripala Sirisena. Presiden baru tersebut pusing tersebut dibuat pusing menghadapi warisan utang Sri Lanka yang menggunung.

Dia berusaha mendapatkan keringanan ke China. Sayang, meski sudah diberi keringanan 1 miliar USD, Sri Lanka tetap saja susah membayar cicilan utang.

Akhirnya, pada Desember 2017 Sri Lanka harus merelakan pelabuhan dan 15.000 hektar tanah di sekitar pelabuhan kepada China karena tidak mampu membayar utangnya.

Berdasarkan kesepakatan, China akan menguasai wilayah yang punya nilai strategis di bidang ekonomi maupun militer itu selama 99 tahun.

Penguasaan tersebut juga membuat China punya kendali atas wilayah yang hanya terpaut beberapa ratus kilometer dari pantai saingannya, India.

Komentar
Share20Tweet13SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Robot Polisi China Mulai Bertugas, Deteksi Pelanggaran & Tilang Otomatis

Robot Polisi China Mulai Bertugas, Deteksi Pelanggaran & Tilang Otomatis

Teknologi masa depan kini benar-benar hadir di jalanan. Sebuah robot polisi lalu lintas inovatif pertama kali ditempatkan untuk bertugas di...

5 Produk Ekspor Dengan Pertumbuhan Positif Tertinggi

RI Marak Impor China, Kemendag Tidak Mau Jadi Kambing Hitam

Jakarta -  Kementerian Perdagangan (Kemendag) tidak mau disalahkan atas banjirnya produk impor di dalam negeri. Klaim itu didasari oleh tindakan...

Warga China Gasak Tambang Emas  di Ketapang Sedalam  1,6 Km

WNA China Gasak Tambang Emas  di Ketapang Sedalam  1,6 Km Jakarta -  Warga Negara Asing (WNA) China melakukan aktivitas pertambangan...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Bahlil Buka-bukaan Soal Ratas Prabowo di Hambalang

Bahlil:  Ada Asing di Balik Kisruh Rempang

Pelindo Marine Ajak Berlayar Menuju Energi Bersih Lewat Program Podcastmar

Pelindo Marine Ajak Berlayar Menuju Energi Bersih Lewat Program Podcastmar

Polisi Duga Pegolf Jesslyn Dibawa ke Malaysia Usai Diduga Diculik

Polisi Duga Pegolf Jesslyn Dibawa ke Malaysia Usai Diduga Diculik

BGN Perkenalkan 5 Pejabat Baru, Ketut Sumedana Jadi Deputi Pengawasan

BGN Perkenalkan 5 Pejabat Baru, Ketut Sumedana Jadi Deputi Pengawasan

Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

KPK Sita Bukti Rp 9 M Saat OTT Bupati Lombok Barat, Termasuk Alphard

Polda NTB Tangkap Kasat Narkoba Polres Bima

Polisi Ringkus 4 Pelaku Pembunuhan Prajurit TNI di Tangerang Selatan

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In