ASPEK.ID, JAKARTA – Prabowo Subianto menerima investor global Ray Dalio di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/3), dalam pertemuan yang menyoroti arah ekonomi Indonesia dan penguatan lembaga investasi strategis, Danantara.
Pertemuan ini menegaskan langkah pemerintah dalam membangun fondasi investasi jangka panjang melalui pengelolaan aset negara yang lebih terintegrasi dan berdaya saing global.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa diskusi mencakup prospek ekonomi nasional serta strategi memperkuat peran Danantara di panggung global.
“Pertemuan tersebut membahas prospek ekonomi Indonesia, serta optimalisasi dan penguatan peran Danantara sebagai motor pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/3).
Danantara sendiri merupakan sovereign wealth fund Indonesia yang dibentuk pada Februari 2025. Lembaga ini dirancang untuk mengelola aset negara secara optimal, termasuk konsolidasi BUMN strategis, sekaligus menjadi instrumen utama dalam menarik investasi global.
Dalam perkembangannya, Danantara aktif membangun kemitraan dengan investor internasional guna meningkatkan kredibilitas dan daya tarik Indonesia di pasar global.
Kehadiran Ray Dalio dalam pertemuan ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa Indonesia semakin diperhitungkan dalam lanskap investasi dunia, khususnya dalam pengelolaan dana besar dan strategi makroekonomi jangka panjang.
Presiden turut didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Airlangga Hartarto, Purbaya Yudhi Sadewa, Rosan Roeslani, Brian Yuliarto, Prasetyo Hadi, serta Teddy Indra Wijaya.
Langkah ini menunjukkan konsolidasi lintas kementerian dalam mendorong Danantara menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global. []
























