ASPEK.ID, JAKARTA – PT Rekayasa Industri (Rekind) terus berupaya menjaga konsistensinya untuk tetap bergerak maksimal dalam mendorong pertumbuhan dan pencapaian kinerjanya melalui tata kelola perusahaan yang baik.
Langkah strategi paling vital dan jadi salah satu perhatian Direktur Utama Rekind, Alex Dharma Balen adalah mempertahankan eksistensi kerja di semua lini proyek yang tengah dijalankan Rekind.
Sebab, tidak sedikit proyek strategis nasional yang pengerjaannnya dipercayakan kepada perusahaan EPC yang berdiri sejak 12 Agustus 1981 tersebut.
Strategi yang ditekankannya, adalah menjaga kesehatan dan keamanan sumber daya manusia (SDM) Rekind dari pandemi Covid 19, melalui pencegahan penyebaran virus dan menjaga produktivitas.
Selain itu, mengevaluasi dampak pandemi ke peluang bisnis perusahaan, dengan memperhatikan rasionalisasi pasar dan peluang bisnis serta update data pasar saat pandemi.
Langkah yang tidak kalah penting dilakukan adalah mengevaluasi dampak pandemi ke setiap proyek yang berjalan melalui mitigasi risiko dan peningkatan support.
Alex Dharma Balen beserta Direksi lainnya pun juga terus mengevaluasi ketat dampak pandemi ke rencana kerja perusahaan agar tetap bisa berjalan maksimal.
Atas strategi yang dikedepankannya tersebut, Alex Dharma Balen dianugerahi Penghargaan sebagai CEO Talent Development Anak Perusahaan BUMN Terbaik di ajang Anugerah BUMN 2021.
Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Tanri Abeng, mantan Menteri Negara Pendayagunaan BUMN kepada Triyani Utaminingsih Direktur Keuangan dan SDM Rekind, mewakili Alex Dharma Balen, di The Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (8/4) lalu.
“Kami sangat mengapresiasi atas penghargaaan yang diberikan melalui penyelenggaraan Anugerah BUMN 2021 ini. Secara tidak langsung turut mendorong pertumbuhan dan pencapaian kinerja perusahaan di masa Pandemi Covid 19 melalui tata kelola perusahaan yang baik, pengelolaan SDM yang berdaya saing tinggi dan memaksimalkan kontribusi nyata perusahaan bagi masyarakat,” ujar Alex Dharma Balen dalam keterangan yang dikutip, Sabtu (10/4).
Untuk mewujudkan itu tentu tidaklah mudah. Alex Dharma Balen mengarahkannya melaui transformasi organisasi yang pijakannya pada penyempurnaan organisasi dan fokus pada strategi pengembangan EPC yang On Schedule, On Budget dan On Quality.
Melalui transformasi ini, Rekind tetap berkomitmen untuk bergerak di bidang energi, kimia, dan mineral.
Namun dengan kontribusi yang lebih luas melalui pengembangan teknologi, investasi dan sinergi di setiap proyek yang dikerjakannya.
Upaya ini selaras dengan inisiatif pengembangan bisnis Rekind saat ini yang menitikberatkan pada pengembangan energi baru terbarukan (EBT) baik secara langsung maupun tidak langsung.
“Inisiatif ini akan dikembangkan lebih lanjut untuk mendukung arah transformasi menuju smart dan lean EPC, pengembangan teknologi bidang EBT dan mineral, circular economy serta konservasi energy. Kira-kira inilah langkah-langkah penting yang dilakukan Rekind dewasa ini dan menjadi kontribusi penting dalam meningkatkan eksistensi perusahaan secara berkesinambungan,” tandasnya.
Profil PT Rekind
Sekedar diketahui, PT Rekayasa Industri (Rekind) adalah perusahaan jasa yang bergerak dalam bidang rancang bangun industri atau yang dikenal sebagai engineering, procurement, construction dan commisioning (EPCC).
Rekind telah menyelesaikan banyak proyek industri skala besar seperti pabrik pupuk, pabrik kimia dan petrokimia, pabrik biofuel, proyek minyak dan gas serta proyek pembangkit listrik dan infrastruktur.
Proyek-proyek anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) itu tersebar di berbagai daerah di Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam.
Rekind telah masuk dalam daftar 250 kontraktor EPC Global versi Majalah Engineering News Record (ENR) 2016, Asean Engineering 2018 & Golden Valve Animation 2018.












