ASPEK.ID, JAKARTA – Rusia dilaporkan akan memasok Avifavir, obat Covid-19 ke 17 negara tambahan. Avifavir sebelumnya telah dikirim ke Belarus, Bolivia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Turkmenistan dan Uzbekistan.
Saat ini Rusia sedang berusaha keras untuk memimpin upaya global dalam perlombaan melawan virus.
Rusia sudah mengekspor tes Covid-19 dan telah meraih beberapa kesepakatan internasional untuk pasokan vaksin Sputnik-V-nya.
Rencananya, obat akan dikirim ke Argentina, Bulgaria, Brasil, Chile, Kolombia, Ekuador, El Salvador, Honduras, Kuwait, Panama, Paraguay, Arab Saudi, Serbia, Slovakia, Afrika Selatan, UEA dan Uruguay.
Dilansir dari laman Channel News Asia, Kamis (24/9), Avifavir memperoleh persetujuan dari kementerian kesehatan Rusia pada bulan Mei dan didasarkan pada Favipiravir, yang dikembangkan di Jepang.
Rusia telah mengkonfirmasi kemanjuran obat-obatan tersebut, kata Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) dalam sebuah pernyataan, dikutip dari laman Liputan6, Jumat (25/9).
Minggu lalu, Rusia menyetujui pengobatan Coronavir R-Pharm untuk pasien rawat jalan dengan infeksi Covid-19 ringan hingga sedang.
Perusahaan tersebut juga mengatakan obat antivirus tersebut dapat diluncurkan ke apotek di negara itu dalam kurun waktu paling cepat, minggu ini.
RDIF mengatakan obat berbasis Favipiravir tiga hingga empat kali lebih murah daripada remdesivir, pengobatan Covid-19 lainnya.























