• Latest
  • Trending

Sriwijaya Bayar Utang Rp 436 M ke Garuda

Tiga Alarm yang Menguji Keseriusan Negara

10 Relawan Gugur saat Padamkan Karhutla

Jimly Asshiddiqie: Alex Noerdin Bukan Orang Jahat

Eks Ketua MK: Polemik Ijazah Gibran Hanya Habis Waktu dan Energi, Publik Harus Rasional

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

Ada Ancaman Keamanan, Wapres Gibran Mendadak Batal ke Yahukimo Papua

PSI Ada Standar Ganda Politik Dinasti, Gibran Dibandingkan dengan AHY dan Puan

Di Harvard University, JK Sebut Empat Tekanan Ekonomi RI

Di Harvard University, JK Sebut Empat Tekanan Ekonomi RI

RI Beli LPG dari Abu Dhabi Senilai Rp28 T

Kajian INDEF: Tiga Jalur Guncangan Global Mengancam Ekonomi Indonesia

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Tujuh Provinsi Terdampak Karhutla Terima Bantuan Operasional Rp1,23 Triliun

Prabowo: Prestasi 2 Tahun Pemerintah Perlu Kita Banggakan Tidak Boleh Sombong

Prabowo: Filosofi Ekonomi Indonesia Sudah Melenceng dari UUD 1945

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

BNPB: Dry Ice Bukan Untuk Padamkan Api

Sritex Akui Tak Terdampak Langsung Virus Corona

Survei Kadin: Minat Pengusaha Berinvestasi Semakin Melemah

Forbes Umumkan 10 Orang Terkaya di Dunia 2026

Elon Musk Donasi Rp 6,62 Triliun ke Partai Republik Pemilu AS

9 Kampus Terbaik di Indonesia Versi The Times Higher Education

Wamen Stella: Lulusan PT ada yang Tidak Tahan Banting

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Sabtu, Oktober 24, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Sriwijaya Bayar Utang Rp 436 M ke Garuda

by Aspek
September 30, 2019
in BUMN

ASPEK.ID, JAKARTA – Garuda Indonesia menegaskan bahwa PT Sriwijaya Air baru membayar utang usaha sebesar Rp 436 miliar selama kerja sama manajemen berlangsung.

Berdasarkan laporan keuangan Garuda Indonesia per 30 Juni 2019, perseroan memiliki piutang usaha kepada PT Sriwijaya Air senilai US$118,79 juta (Rp 1,68 triliun dengan kurs Rp14.194 per dolar AS). Jumlah tersebut meningkat hampir dua kali lipat dari catatan piutang perseroan pada Desember 2018 yang tercatat senilai US$55,39 juta.

“Saat ini per September 2019, dengan KSM itu sudah dicicil Rp436 miliar, tapi pembayaran itu selama KSM berlangsung,” jelas VP Corporate Secretary Garuda Indonesia M. Ikhsan Rosan dilansir dari Bisnis, Senin (30/9/2019).

BacaJuga

MCK Sehat Pelindo Marine, Harapan Baru bagi Warga dan Anak Sekolah di Bondowoso

Danantara Siapkan Rp 1,79 Triliun per Tahun untuk Beasiswa Dokter Spesialis

131 CEO Ikuti Investor Global dan BUMN DTIIF 2026

KAI dan INKA Investasi Rp14,88 Triliun, Ini Daftar Kereta Baru dan Rute yang Dilayani

Danantara Bakal Akuisisi Sritex, Pemerintah Siapkan Investasi US$ 6 Miliar

Survei: Pertamina BUMN yang Paling Diingat Publik

Baca Juga: Dua Direktur Sriwijaya Air Mundur

Sriwijaya Air Diminta Stop Operasi dan Berhenti Terbang

GMFI dan Pertamina Tagih Utang Sriwijaya, Efek Perombakan Direksi?

Ikhsan mengatakan sejak kerja sama manajemen (KSM) Garuda Indonesia dengan Sriwijaya Air pada 9 November 2018, Sriwijaya Air telah membayarkan piutang usaha senilai Rp436 miliar. Dalam laporan keuangan tersebut, piutang kepada Sriwijaya Air dikenakan bunga 0,1% per hari dari jumlah yang belum dibayarkan dengan maksimum sebesar 5% per bulan.

Sementara itu, Garuda mengantongi pendapatan usaha senilai US$68,29 juta dari Sriwijaya Air sepanjang 6 bulan pertama tahun ini. Pendapatan itu berasal dari transaksi jasa perawatan dan pemeliharaan pesawat, jasa ground-handling, jasa hotel, boga dan biro perjalanan wisata, serta jasa angkutan udara.

Setelah kisruh pada KSM tersebut, kata Ichsan, perseroan meminta komitmen baru terkait dengan pembayaran piutang usaha yang masih tersisa dari Sriwijaya Air. Dengan tidak berlanjutnya KSM pada saat ini, dia menilai kemampuan pembayaran utang Sriwijaya Air kepada Garuda menjadi terpengaruh.

Komentar
Share16Tweet10SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

IMF Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 6% di 2021

10 Negara Terbanyak terjerat Utang IMF 2026

  ASPEK.ID, JAKARTA -  Beberapa negara memiliki utang IMF mencapai puluhan miliar dollar AS. Besaran utang tersebut tidak satu kali...

Garuda Indonesia Masih Layani Penerbangan Domestik

Dirut Garuda Diganti Momentum Pembenahan Manajemen, Masih Rugi Rp2,03 T

ASPEK.ID, JAKARTA -Pergantian Direktur Utama PT Garuda Indonesia menjadi momentum pembenahan manajemen secara menyeluruh. Pergantian terjadi di tengah upaya maskapai...

IMF Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 6% di 2021

IMF: 3 Tantangan Utama Ekonomi Global

ASPEK.ID, AMERIKA - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva menuturkan perekonomian global saat ini tengah dihadapkan pada tiga...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In