ASPEK.ID, JAKARTA – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jabodetabek sejak Kamis (22/1), menyebabkan sejumlah kawasan di Kota Tangerang terendam banjir. Meluapnya aliran Kali Angke menjadi pemicu utama genangan di berbagai titik permukiman warga.
Selain luapan sungai, banjir diperparah oleh jebolnya tanggul di Perumahan Pinang Griya, Kecamatan Pinang. Akibatnya, air dengan cepat merangsek masuk ke rumah warga dan memaksa sebagian penghuni mengungsi.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyebut terdapat sejumlah wilayah yang terdampak banjir dan genangan air.
“Ada sejumlah titik yang terdampak, Candulan petir, Pinang Griya Pinang, Ciledug Indah Karang Tengah, Puri Kartika CiledugAlamanda, Garden City dan Total Periuk,” kata Wali Kota Tangerang, Sachrudin usai meninjau perumahan tersebut, Jumat (23/1).
Pemerintah Kota Tangerang telah menyiagakan personel gabungan untuk penanganan banjir, termasuk menyiapkan tiga posko pengungsian, tujuh posko kesehatan, serta dapur umum yang dikelola Dinas Sosial.
“Dan sampai saat ini Pemkot Tangerang juga sudah menyalurkan 2.910 nasi bungkus untuk para pengungsi,” ungkap dia.
Menurut Sachrudin, aspek keselamatan dan kesehatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan banjir kali ini, mengingat sebagian warga harus bertahan di lokasi pengungsian.
“Kami memastikan penanganan banjir difokuskan pada keselamatan dan kesehatan warga terdampak. Posko kesehatan sudah disiapkan agar pelayanan medis bisa berjalan optimal,” kata dia.
Sementara itu, data kepolisian mencatat banjir dan genangan air terjadi di 32 titik yang tersebar di wilayah Kota Tangerang akibat hujan berintensitas tinggi sejak Kamis.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari, menyampaikan bahwa banjir memaksa puluhan warga meninggalkan rumah mereka.
“Setidaknya, ada 160 orang dari 16 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke beberapa lokasi pengungsian yang telah disiapkan oleh petugas,” kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari, Jumat (23/1/2026).
Hingga Jumat siang, petugas gabungan masih melakukan pemantauan debit air serta penanganan darurat di lokasi terdampak untuk mencegah meluasnya genangan.
Adapun banjir terpantau di sejumlah wilayah antara lain:
- Kecamatan Benda
- Kecamatan Ciledug
- Kecamatan Cipondoh
- Kecamatan Pinang
- Kecamatan Jatiuwung
- Kecamatan Sepatan
- Kecamatan Pakuhaji
- Kecamatan Teluknaga
Ketinggian air bervariasi mulai dari 5 centimeter hingga mencapai 120 centimeter, dengan kondisi terparah terjadi di Kecamatan Cipondoh, yang mengakibatkan akses Jembatan Bendungan Polor tidak dapat dilalui kendaraan roda dua.
Selain banjir, tercatat pula satu kejadian pohon tumbang di wilayah Pakuhaji, tepatnya di Kampung Kebon Cabe, Desa Gaga. Pohon jenis waru dengan tinggi sekitar 25 meter dan diameter batang 2 meter tumbang akibat cuaca ekstrem dan menimpa dua unit rumah warga.
“Kami pastikan, meski menimbulkan kerusakan materiil, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa,” ungkap Jauhari. []























