ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Recep Tayyip Erdogan mengizinkan Covid Sinovac dari China disuntik ke wargaTurki pada Rabu (13/1/2021) kemarin.
Dikutip dari AFP, Menteri Kesehatan Fahrettin Koca bahkan telah menerima suntikan pertama setelah mengumumkan izin darurat tersebut. Ini membuka jalan bagi negara itu untuk melakukan vaksinasi nasional segera ke petugas kesehatan.
“Setiap orang harus divaksinasi karena itu satu-satunya cara untuk menyingkirkan pandemi ini,” kata Koca dalam komentar yang disiarkan televisi setempat.
Pada Desember 2020, Turki melaporkan kemanjuran 91,25% untuk vaksin Sinovac.
“Ini vaksin yang aman. Studi keamanannya sudah selesai,” kata Koca.
Selain Turki, negara lain yang memaklai Sinovac telah mengumumkan tingkat efektivitas vaksin ini. Di Indonesia, uji coba lokal menunjukkan kemanjuran vaksin 65% terhadap Covid-19, dari total 1.620 relawan.
Sementara hasil di Brasil cukup mengejutkan yakni 50,4%. Ini didapat dari uji coba pada 13.000 relawan. WHO memberi ambang batas 50%. Sebagai perbandingan,
Turki seperti Indonesia juga membeli vaksin Pfizer/BioNTech. Sebanyak 4,5 juta dosis akan datang Maret walau negosiasi hingga kini masih berlangsung. Turki menargetkan memvaksinasi 1,1 juta tenaga kesehatan.
Negara berpenduduk 83 juta orang itu telah mencatat 23.325 kematian akibat Covid-19 dan lebih dari 2,3 juta infeksi virus.
























