ASPEK.ID, JAKARTA – Tiga proyek PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) ditargetkan selesai pada 2021 yaitu MRT Station Sanying Line Taiwan, Construction & Commisioning (EPCC) TSL Furnace Ausmelt dan EPX Proyek Amonium Nitrat.
MRT Station Sanying Line Taiwan memiliki nilai kontrak Rp 226,74 miliar. Proyek tersebut merupakan milik Department of Rapid Transit Systems New Taipe City, yang digarap mulai pada 17 Mei 2019. WIKA menargetkan selesai pada Mei 2021.
Kedua Construction&Commisioning (EPCC) TSL Furnace Ausmel milik PT Timah Tbk (TINS) dengan nilai kontrak Rp 796 miliar. Proyek ini mulai dikerjakan pada 22 Januari 2020 dan rampung pada Agustus 2021.
Ketiga EPC Proyek Amonium Nitrat milik PT Kaltim Amonium Nitrat dengan nilai kontrak Rp 467,8 miliar mulai dikerjakan pada 18 Desember 2019 dan ditargetkan rampung pada Juni 2021.
Kermpat proyek anded house di Ouargia, proyek milik Ministre De LHabitat, De LUrbanisme Et De La Ville dengan nilai kontrak Rp 506 miliar. Adapun kontrak tersebut mulai digarap pada 26 Februari 2019 dan ditargetkan rampung pada Februari 2022.
Profil Singkat
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk adalah salah satu perusahaan konstruksi milik Pemerintah Indonesia. Wika didirikan berdasarkan UU No.19 tahun 1960 junto PP No.64 tahun 1961 tentang Pendirian PN Widjaja Karja tanggal 29 Maret 1961.
Saat ini, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk memiliki 7 anak perusahaan yakni PT Wika Bangunan Gedung, PT Wika Beton, PT Wika Industri dan Konstruksi, PT Wika Rekayasa Konstruksi, PT Wika Realty, PT Wika Serang Panimbang dan PT Wika Bitumen.




















