ASPEK.ID, JAKARTA – Sebanyak 5 truk tangki yang membawa 100 ton liquid oksigen bantuan dari Tanoto Foundation telah tiba di Jakarta pada Minggu, 11 Juli 2021 kemarin.
Bantuan oksigen tersebut merupakan batch pertama dari total 500 ton oksigen yang akan didatangkan secara bertahap dari Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau melalui mitra perusahaan APRIL Group – PT Riau Andalan Pulp and Paper.
Serah terima bantuan dilaksanakan secara simbolis oleh Direktur External Affairs Tanoto Foundation Ari Gudadi kepada Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan dan Plt Kepala Pusat Krisis Kesehatan Sumarjaya di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Minggu (11/7).
“Kami telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian dan BNPB untuk memastikan ini bisa segera disalurkan untuk mereka yang membutuhkan terutama di titik-titik yang ditentukan Kemenkes. Kita harapkan pengirimannya lancar sampai ke tempat tujuan masing-masing,” kata Ari.
Mewakili pemerintah, Lilik menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan dan kontribusi yang diberikan oleh Tanoto Foundation dan PT Riau Andalan Pulp and Paper dalam upaya penanggulangan pandemi khususnya pemenuhan kebutuhan oksigen medis bagi perawatan pasien COVID-19 di RS.
“Saya mewakili pemerintah RI mengucapkan terima kasih kepada Tanoto Foundation yang sudah memberikan dukungan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat saat ini yaitu oksigen, baik untuk saudara kita di rumah sakit maupun pusat isolasi mandiri,” ucap Lilik.
Pihaknya berharap, sumbangan oksigen tersebut bisa segera didistribusikan ke fasilitas pelayanan kesehatan maupun tempat isolasi yang membutuhkan agar bisa segera dimanfaakan bagi perawatan pasien COVID-19 terutama yang bergejala sedang, berat dan kritis.
“Secepatnya ini bisa segera didistribusikan sehingga bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat, jadi mengurangi masyarakat kita yang meninggal karena tidak ada oksigen,” imbuhnya.
Senada dengan Lilik, Sumarjaya menyebutkan bahwa setibanya di Jakarta, oksigen tersebut akan langsung didistribusikan ke rumah sakit-rumah sakit yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.
Pada tahap pertama ini, oksigen akan didistribusikan di 3 wilayah yakni Jakarta, Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Kami bersyukur sore ini mendapatkan donasi berupa 500 ton liquid oksigen dan tahap pertama ini 100 ton. Oksigen ini akan segera kami didistribusikan ke DKI Jakarta 48 ton, 46 ton ke Jawa Barat dan 6 ton ke DI Yogyakarta, untuk memberikan pelayanan secara optimal kepada rumah sakit-rumah sakit yang membutuhkan,” kata Sumarjaya.
“Sekali lagi kami ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tanoto Foundation dan mitra kerja PT Riau Andalan Pulp and Paper yang telah memberikan donasi oksigen ini. Bantuan tersebut sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan oksigen medis untuk pasien COVID-19 khususnya di wilayah Jawa-Bali,” pungkasnya.
Tanoto Foundation adalah lembaga filantropi yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto yang memiliki fokus pada penanggulangan kemiskinan melalui dukungan terhadap pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kualitas hidup.
Sukanto Tanoto sendiri adalah salah satu pengusaha terkaya di Indonesia dengan nilai aset sebesar 2,3 miliar dollar (2013). Bisnis Sukanto Tanoto dijalankan oleh kelompok usaha the Royal Golden Eagle International (RGEI), yang dulu dikenal sebagai Raja Garuda Mas.
RGEI bergerak di berbagai industri di antaranya yang terbesar yakni industri kertas dan pulp Asia Pacific Resources International Holding Ltd atau APRIL dan Asian Agri dan Apical, produsen minyak sawit terbesar di Asia.
Bisnis yang dijalankan Royal Golden Eagle pun tidak terbatas di Indonesia. Mereka telah melebarkan sayapnya hingga ke luar negeri: Singapura, Malaysia, Filipina, Finlandia, Tiongkok, Brasil, hingga Kanada. Hingga kini Royal Golden Eagle telah mampu mempekerjakan sekitar 50 ribu orang karyawan di berbagai negara.
Sukanto juga memiliki Bracell Limited di Brazil. Perusahaan ini merupakan produsen selulosa terbesar di dunia. Selulosa kerap dipakai sebagai bahan dasar berbagai macam produk, dari tisu bayi hingga es krim.
Dicatat Forbes, kekayaan Sukanto Tanoto mencapai 1,35 miliar dollar AS atau sekitar Rp 19,07 triliun. Kekayaan terbesarnya salah satunya berasal dari perkebunan sawit di bawah RGEI dan namanya bersanding dengan nama-nama besar seperti Anthony Salim, Martua Sitorus, dan Ciliandra Fangiono. []





















