ASPEK.ID, JAKARTA – Pandemi virus Corona jenis baru atau Covid-19 memiliki dampak yang luar biasa bagi seluruh sendi kehidupan di Indonesia. Tak terkecuali, perusahaan pelat merah atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Menteri BUMN Erick Thohir menyebutkan bahwa banyak perusahaan pelat merah yang terdampak pandemi ini.
Tidak hanya itu, 98 BUMN yang sekarang dikelompokkan ke dalam 12 klaster atau sektor usaha, saat ini kondisinya banyak yang memprihatinkan.
“90 persen BUMN terkena dampak pandemi Covid-19,” kata Erick dalam Festival Ide Bisnis di Jakarta, Senin (19/10).
Pendiri Mahaka Group itu menambahkan, 10 persen BUMN lainnya yang tidak terpengaruh pandemi Covid-19 adalah BUMN yang bergerak di bidang telekomunikasi dan media, kesehatan dan pangan serta pertanian.
Namun, Erick tak menyebutkan secara rinci, BUMN mana saja yang terbilang kebal pandemi Covid-19.
Sementara itu, jika dilihat dari pengelompokan BUMN saat ini, BUMN yang bergerak di bidang telekomunikasi dan media adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Untuk BUMN kesehatan, ada PT Industri Nuklir Indonesia (Persero), PT Kimia Farma Tbk, PT Indofarma Tbk dan PT Biofarma (Persero).
Sementara itu BUMN pangan yang tergabung ke dalam klaster pupuk dan pangan, menaungi 10 BUMN yakni PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), PT Bhanda Ghara Reksa (Persero), Perum BULOG, PT Berdikari (Persero), PT Sang Hyang Seri (Persero), PT Pertani (Persero), PT Perikanan Nusantara (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) dan PT Garam (Persero).























