ASPEK.ID, JAKARTA – Salah satu masakapai terbesar di Eropa, British Airways menutup sebanyak 15 rute penerbangan internasional pada tahun 2021 mendatang.
Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya meringankan dampak pandemi Covid-19 pada maskapai. British Airways sebelumnya juga telah memangkas ribuan staf mereka.
British Airways adalah salah satu maskapai penerbangan terbesar di Britania Raya dan di dunia dengan penerbangan trans-Atlantik dari Eropa dibandingkan dengan maskapai lain.
Pusat operasinya berada di Bandara London Heathrow dan Gatwick, London serta beberapa pusat yang lebih kecil seperti di Bandara Internasional Manchester, Manchester dan Bandara Internasional Birmingham.
Sebagaimana dilansir dari laman BBC, Jumat (18/12), penerbangan internasional yang telah dibatalkan yakni penerbangan ke Amerika Utara seperti Pittsburgh, Calgary, Charleston, Seoul, Kuala Lumpur, dan Osaka.
Selanjutnya Seychelles, Muscat, Jeddah, dan Abu Dhabi juga dihentikan. British Airways juga akan menghentikan sementara penerbangan ke Sydney, Bangkok, dan San Jose selama 2021.
Krisis global akibat pandemi Covid-19 telah membuat British Airways mengalami kerugian hampir 4 miliar poundsterling pada awal tahun ini.
British Airways juga telah memangkas 10 ribu staf untuk memangkas cadangan uang kas sebab permintaan perjalanan terus menurun. BA pun mengatakan perjalanan internasional tidak akan pulih hingga 2023.





















