Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i menjelaskan bagaimana Covid-19 bisa menular melalui udara. Ia menganalisis kasus Covid-19 di sekolah degan kelas yang berjumlah 24 orang murid, tanpa ventilasi, dan guru sebagai pasien pertama Covid-19.
Di akun Instagram pribadinya @dr.fajriaddai, dr. Muhamad Fajri Adda’i menjelaskan bagaimana Covid-19 bisa menularkan ke para siswa di kelas melalui udara.
“Jika hanya menggunakan masker (saat PTM), akan ada lima murid yang terinfeksi. Masker sendiri tidak dapat menghentikan proses penularan jika paparan lama di ruangan dengan ventilasi yang buruk. Proses penyebaran melalui aerosol dapat terjadi ke seluruh ruang kelas tanpa memandang jarak karena udara hanya berputar di dalam ruangan,” katanya dalam unggahannya.
Ia juga enjelaskan jika dua jam di dalam kelas dengan guru yang terinfeksi Covid-19, tanpa ada perlindungan (tidak ada ventilasi dan tidak ada masker), maka terdapat risiko 12 orang atau 50% murid yang akan terinfeksi Covid-19.
dr. Fajri mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir, penularan Covid-19 masih bisa diminimalisir dengan beberapa cara.
“Risiko infeksi sangat rendah, jika semua orang menggunakan masker, terdapat ventilasi udara selama belajar baik secara alami atau mekanik, dan durasi belajar berhenti setiap satu jam (untuk mengembalikan sirkulasi udara sepenuhnya),” lanjutnya.
dr. Fajri memberikan beberapa poin mengenai protokol penanganan Covid-19 di institusi pendidikan, diantaranya:
1.Koordinasi dengan dinas kesehatan setempat dalam menghadapi Covid-19.
2.Koordinasikan jika terdapat ketidakhadiran dalam jumlah besar di sekolah.
3.Instruksikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
4.Tunda kegiatan di lingkungan luar sekolah.
5.Bersihkan ruang dan lingkungan sekolah secara rutin.
6.Melakukan skrining awal terhadap warga sekolah yang sakit.
7.Melakukan pengukuran suhu tubuh terhadap tamu.
8.Tidak mengantar/menjemput bagi keluarga yang sakit ataupun bepergian ke negara transmisi lokal Covid-19
























